4 hal yang Bikin Takut Anak Era 90-an di Manggarai Timur

851 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini


Sebagai manusia yang lahir di Manggarai Timur pada era 90-an, bagi saya, mungkin bagi Anda juga, masa kecil di Manggarai Timur adalah masa paling bahagia dan paling konyol. Tidak usah bertele-tele untuk memikirkan bahwa apa yang saya katakan ini benar.

Masa kecil adalah, masa dimana kita boleh kencing di sembarang tempat, masa dimana kita penuh percaya diri berjalan telanjang di tengah kampung, masa dimana siapa yang paling hebat berkelahi adalah yang menjadi ketua kelas walau nilai mata pelajarannya menyedihkan. Dan tentunya masa kecil adalah masa dimana kita takut dengan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti.

Omong apa sih ?

Biar tidak sama-sama bingung, saya akan berusaha menyajikan 4 hal yang kita takut pada masa kecil yang sebenarnya tidak perlu ditakuti.

  1. Oto Hardtop

Toyota Land Cruiser atau yang dikenal dengan sebutan oto hardtop adalah salah satu jenis mobil yang paling ditakuti oleh anak kelahiran 90-an. Oto jenis ini kerap kali mengunjungi kampung saya dulu. Tepatnya di desa Golo Meleng.
Anak seusia kami saat itu berpikir bahwa oto tersebut ditumpangi oleh penjahat dan perampok.

Kami meyakini bahwa mereka berjalan ke kampung dengan menggunakan oto hardtop dengan tujuan mencari kepala manusia untuk memperkuat bangunan jembatan.Sekarang baru sadar, ternyata mereka adalah tengkulak.

2. Laki-laki Berambut Panjang

Ternyata gaya rambut juga mempengaruhi penilaian orang yang lahir tahun 90-an. Ketika melihat orang berambut panjang, orang tersebut dianggap penjahat. Entah penjahat karena melakukan kejahatan seperti apa, intinya bukan tindakan korupsi. Hemat saya penjahat yang dimaksud lebih pada tindakan kriminal. Apalagi jika ia membawa tas besar. Semakin kuat dugaan bahwa di dalam tas yang ia bawakan itu adalah kepala manusia. Kita diharapakan menjaga jarak ketika melihat orang seperti itu.

3. Pengendara Motor RX King

Motor Yamaha RX King merupakan salah satu legenda motor sport 2 tak Yamaha yang diproduksi oleh Yamaha Jepang pada tahum 80-an. Motor jenis ini banyak digemari oleh anak muda hingga sekarang. Selain memiliki laju yang cukup kenjang dengan 135 cc, bunyinya juga menggema dari Jepang hingga ke pelosok Manggarai Timur. Motor jenis ini juga dalam film kerapkali dikendari oleh penjahat.

Lalu, mengapa motor RX-King ditakuti oleh anak kelahiran 90-an? Ini alasannya; Pada zaman itu yang mengendari motor jenis ini adalah Pak Mantri yang jalan dari desa ke desa. Termasuk di desa saya di Golo Meleng.

Tidak perlu menyangkal bahwa anak-anak lelahiran tahun 90-an sangat takut dengan Pak Mantri. Sebab, dalam benak kami, kalau pa mantri datang pasti disuntik atau diberi obat yang pahitnya mengalahkan pahitnya ditinggal tanpa pamit sang kekasih.

4. Guru

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Entah hal apa yang menjadikan profesi ini sangat lekat dengan kalimat di atas, silahkan tanya sama guru wali kelasmu. Jika ia tidak memberimu jawaban, mampirlah ke om Google yang setia menanti siapa saja yang mengetuk pintunya.

Benarkah anak yang lahir tahun 90an takut dengan guru? Saya coba angkat kembali satu hal yang sering kita jumpai dalam keluarga. Ketika seorang anak melawan orang tua atau tidak menuruti perintah orangtuannya. Mereka akan mengatakan begini; “Ngoeng tombo agu hi tuang guru laku ko?” Engkau pasti mengatakan; “Asi ta mama” seraya memohon ampun. Lalu berdoa tobat, Eh.

Penulis : Donny Djematu

1 thought on “4 hal yang Bikin Takut Anak Era 90-an di Manggarai Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *