Jalan-Jalan ke Flores Percuma Kalau Belum Ke Rana Mese, Manggarai Timur

424 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini


Apabila Anda mengunjungi Flores rasanya tidak lengkap jika tidak menjajal destinasi wisata di Manggarai Timur. Percuma kalau sekedar ke Labuan Bajo, percuma dan percuma.

Kami, Tua Golo hingga admin media sosial tabeite.com, menyetujui bahwa  Labuan Bajo itu indah. Dengan demikian, bukan berarti Labuan Bajo adalah segala-galanya dari alam Flores yang memukau itu. Oh sorry, Manggarai Timur juga indah, kawan. Sejujurnya kami sakit hati dengan Labuan Bajo. Sekian.

Manggarai Timur sebagai salah satu wilayah di Flores memiliki banyak tempat wisata yang dijamin membuat Anda bahagia dan tidak mau kembali ke tempat asal Anda.

Salah satu pesona wisata di Manggarai Timur adalah Danau Rana Mese. Pemandangan alam yang indah, udara yang dingin, hutan yang lebat serta suasananya yang hening adalah perpaduan yang pas untuk Anda yang sedang mencari ketenangan.

Danau Rana Mese terletak di Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese Kabupaten Manggarai Timur.

Bagi saya menepi di Rana Mese selalu menjadi sesuatu pilihan favorit yang tidak pernah terlewatkan. Anda tidak perlu risau saat mendengar cerita di luar sana tentang Manggarai Timur dengan akses infrastruktur yang buruk setengah mati. Pasalnya, Danau Rana Mese terletak di jalur strategis trans Flores, sehingga akses keluar masuknya begitu mudah.

Dengan modal dua ribu rupiah untuk membayar tiket masuk, kita dapat menepi lalu menjajaki setapak demi setapak di danau yang selalu menjadi tempat untuk memancing dari warga sekitar.

Di dalam area danau Rana Mese, kita dapat melihat lebih dekat burung endemik khas Flores yang sering beterbangan ke sana kemari. Kicauannya semakin membuat sensasi lebih terasa.

Kondisi air Danau Rana Mese sangat tenang dan berwarna khas hijau. Jika Anda menyambangi Rana Mese saat sore maka sensasinya semakin bertambah, kabut mulai menutupi kawasan itu. Hutan di sekelilingnya memancarkan nuansa keteduhan. Tak pelak, Rana Mese bisa menjadi pilihan yang tepat untuk merasakan sensasi alam yang mendamaikan.

Danau ini diapit Gunung Mandosawu dengan ketinggian 2.400 mdpl, yang merupakan puncak gunung tertinggi dalam mata rantai pegunungan Ruteng dan Gunung Ranaka (2.140 mdpl), yang merupakan puncak tertinggi kedua setelah Mandosawu.

Danau Rana Mese memiliki luas 11,5 hektar dengan ketinggian 1200 mdpl serta kedalaman 43 meter pada bagian cekung. Danau ini menjadi rumah bagi beberapa satwa liar dan menyimpan potensi perikanan yang cukup menjanjikan.

Jangan heran di pinggir danau ada pondok sederhana yang dibangun oleh warga untuk tempat berteduh saat lagi memancing. Warga dari desa Golo Loni biasanya memancing di sini menggunakan rakit kayu.

Potensi air di kawasan Danau Rana Mese yang berlimpah dimanfaatkan pula untuk kebutuhan air bersih dari warga di kecamatan Rana Mese dan kecamatan Borong. Walaupun di beberapa desa di kecamatan Rana Mese pipanya sudah dipasang namun airnya tidak keluar sama sekali, sama seperti memberikan harapan tetapi ujung-ujungnya dicundangi.

Acap kali saat kita bertandang ke danau Rana Mese tidak banyak wisatawan yang menyambangi. Biasanya hanya ada beberapa warga sekitar danau yang sering memancing ikan dengan rakit kayu yang sederhana.

Itulah sebabnya danau ini melahirkan ketenteraman, sebab tersembunyi di tengah hutan yang masih eksotis. Udaranya bersih dan nuansanya tenang, sehingga danau ini layak menjadi alternatif liburan bagi siapa saja, terutama bagi Anda yang ingin berwisata mencari ketenangan batin, akibat sudah lelah dengan sumpeknya kota besar. Tunggu apalagi, ayo ke Manggarai Timur!

Penulis : Erik Jumpar |Tua Panga Tabeite|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *