Any Gundung, Pramugari Cantik dari Manggarai Timur

5,409 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini


Edisi Redaksi|Penulis : Krisan Roman|

Daripada pusing dengan wacana Bapatua Viktor Laiskodat yang entah jadi manteri benaran atau tidak, mending saya ajak Anda semua untuk membahas perempuan cantik dari Manggarai Timur yang baru resmi menjadi pramugari di salah satu maskapai penerbangan swasta.

Manggarai memang tidak ada bosannya bikin heboh, bukan hanya pesona dan kekayaan alamnya yang luar biasa, orang-orang yang menjadi bagian dari tanah ini juga keren bukan main. Sebut saja Ivan Nestorman, Boni Hargens, Pater Otto Gusti Madung, Lipooz, Itok Aman, dan Betran Peto anak angkat Ruben Onsu yang paling anyar di pemberitaan media beberapa bulan belakangan. Bukan kaleng-kaleng, mereka boleh disebut wela congkasae yang mengharumkan Manggarai bahkan Nusa Tenggara Timur melalui bidangnya masing masing.

Setelah sempat menggemparkan jagat pemberitaan lokal NTT lewat Stephani Soe, pilot yang berparas cantik itu, bumi para kraeng lagi-lagi menjadi sorotan lantaran kembali menyumbang putrinya ke dunia aviasi, gaiss. Adalah Kristiany Serly Gundung, putri asal Manggarai Timur yang berhasil lolos seleksi menjadi pramugari Lion group. Sesuai judul di atas, saya akan mengajak rakat sekalian untuk mengetahui lebih jauh tentang Kristiany dan perjalanannya menjadi pramugari. Eh ralat, hanya mengetahui. Tidak lebih. Buang jauh jauh harapan bisa dapat nomor WA dari artikel ini.

Any, eh sorry, Enu Any (ehem ehem) begitu nama kecil pramugari yang lahir di Lagos, Poco Ranaka Timur, Manggarai Timur, 4 Juli 1997 tersebut. Walau kemudian menghabiskan masa kecil hingga remaja di Ruteng, Any bisa dikatakan Molas Manggarai Timur, mengingat tempat lahir dan aliran darah dari kedua orangtuanya yang 100% Matim. Mama dari Lagos dan bapak dari Wangkar, kampungnya tuagolo tabeite yang muka jelek itu. wkwkwk.

Sejak di bangku sekolah dasar, Enu Any sudah bercita-cita menjadi pramugari walau tak jarang ia berpikir cita-citanya agak mustahil untuk terwujud, lantaran hampir tidak ada orang Manggarai yang berprofesi demikian. Gadis keturunan Congkar ini mengenyam pendidikan di SDK Ruteng I, SMP Negeri 1 Langke Rembong lalu kemudian menyelesaikan sekolahnya di SMA Negeri 1 Ruteng pada tahun 2015.

“Setelah tamat SMA, saya tidak langsung sekolah di jurusan penerbangan, Nana. Kuliah di jurusan itu biayanya tidak sedikit. Saya kuliah dan lulus jurusan Penyuluhan Peternakan, di Politeknik Pembangunan Pertanian, salah satu kampus setengah kedinasan di Malang. Lumayan jauh dari profesi Pramugari, kan?” Isi chat Enu Any, menjawab pertanyaan saya via whatsapp (ehem ehem).

“Kampus setengah kedinasan itu maksudnya bagaimana, Enu?”

“Kampus setengah kedinasan itu mirip dengan kampus ikatan dinas seperti IPDN begitu, Nana. Biaya kuliah, biaya hidup sehari hari sampai asrama ditanggung oleh pemerintah. Bedanya kalau IPDN setelah tamat sudah otomatis diangkat jadi ASN, sedangkan yang setengah dinas seperti kami tidak begitu. Kami diarahkan untuk berwirausaha dengan basic penyuluh peternakan tadi”

“Lalu kenapa Enu bisa jadi pramugari, memangnya ijazah jurusan penyuluhan peternakan diterima?”

“Jadi Pramugari ni awalnya saya iseng saja e, coba-coba cari tahu begitu, kan bagian dari cita-cita masa kecil. Lalu, setelah saya wisuda bulan Agustus lalu, kebetulan Lion group ada buka seleksi pramugari di Jogja toh. Ternyata memang untuk jadi pramugari tidak harus tamatan sekolah pramugari. Semua jurusan bisa masuk. Jadi saya daftarkan diri untuk ikut seleksi su, eh tau taunya sa masuk, puji Tuhan.”

Pada bulan September lalu, Lion Group menyeleksi siapa saja yang berminat menjadi pramugari. Seleksi ini gratis alias tidak dipungut biaya, pun dari sekian banyak persyaratannya, tidak ada keharusan berijazah pramugari di sana. Menurut Enu Any, seleksi dibagi atas kurang lebih 10 tahapan tes yang antara lain adalah seleksi kelengkapan berkas, tes tinggi dan berat badan, performance test, pantukhir, psikotes, tes tertulis dan wawancara bahasa Inggris, tes starbismus dan medical chek up.

“Seleksinya ketat, Nana. Yang ikut seleksi ada 600an orang dan hampir 70% adalah mereka yang punya basic pendidikan penerbangan. Tapi ya begitu, rencana Tuhan siapa yang tahu, saya yang tidak terlalu tahu banyak soal penerbangan malah menjadi salah satu dari 28 orang yang lulus.”

“Dari sekian tahapan diatas, bagian mana yang Enu rasa paling susah?”

“Semua tahapannya susah, tapi yang paling buat saya takut adalah performance test. Pada bagian ini penampilan kita diuji. Mulai dari cara kita senyum, keseimbangan tubuh, sampai bekas luka itu dicek juga. Saya sedikit takut karena saya punya bekas luka. Namanya juga rakat, mustahil kalau tidak ada bekas luka.”

Ditanya soal di mana dan kapan mulai bertugas, Enu Any hanya menjelaskan bahwa, ia ditempatkan di salah satu anak perusahaan Lion Grup dan mulai bekerja selepas masa training selama 4 bulan di Balaraja, Tangerang yang akan dimulai bulan November mendatang.

For your information, Batik Air sekarang punya rute dari dan ke Labuan Bajo, gaiss. Boleh juga nih. Ehem ehem.

“Ada yang bilang kalau mau jadi pramugari, harus cantik. Betul kah?”

“Lebih tepatnya berpenampilan menarik, kalau cantik kan relatif. Jadi pramugari harus berpenampilan rapi dan menarik, Nana.” Iya dong, mana ada pramugari yang kemomos. Kalaupun ada yang tidak terlalu cantik, tapi pasti mereka tetap rapih. Rapih itu absolute bagi pramugari.

“Enu ada pesan untuk adik-adik di NTT yang punya cita cita jadi pramugari?”

“Bagi adik-adik yang bercita-cita jadi pramugari, pesan saya yang pertama jangan lupa berdo’a, minta bapa mama punya do’a juga. Kemudian rajin olahraga dan jaga kesehatan, khususnya kesehatan mata dan gigi karena dari 10 tahapan seleksinya kami baru baru ni yang paling banyak gugur tu di tes kesehatan (Medical chek up). Oh ya satu lagi, belajar bahasa asing. Paling kurang bahasa Inggis lah kalau dengan bahasa lain juga lebih baik lagi.”

“Oke Enu, terima kasih karena sudah mau diwawancara. Ehem, Saya boleh simpan nomornya Enu kah? Siapa tahu Enu bisa jadi pramugari di saya punya hati.” Eaaaa. Ini pesan belum dibalas.

2 thoughts on “Any Gundung, Pramugari Cantik dari Manggarai Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *