Bagaimana Jika Dia yang Kamu Pikir Jodoh Orang Lain adalah Jodohmu?

 771 total views,  1 views today


Im Kartini|Redaksi

Pepatah lama sering mengatakan setiap ucapan adalah doa. Setiap kata-kata keluar dari mulut kita akan berubah menjadi senjata yang akan mensugesti pikiran, keadaan atau kejadian yang kita alami.

Setiap hari kita mengucapkan sesuatu yang tanpa kita sadari ucapan kita mungkin bisa menjadi sesuatu yang “paling ikut campur” dalam hidup kita. Makanya para motivator sering menyuruh kita untuk positif thinking. Bukan cuma motivator sih guys, pada pengalaman pribadi saya, beberapa sahabat sering bilang “positif thinking saja”. Jadi, bukan cuma motivator seperti Mario Teguh, motivator di sekitar kita contohnya sahabat sering menyarankan kita agar selalu berfikiran positif.

Bahkan ada juga yang tanpa disuruh orang lain tapi diri sendiri yang menyuruh positif thinking. Pernah tidak kalian sambil tutup mata, pukul-pukul kepala, terus bilang ‘positif thinking, positif thinking, positif thinking.” Kalau belum pernah, berarti hanya saya ya guys. Hahahaha. Kenapa? Ya itu tadi, karena sebenarnya kita semua sudah tahu berpikir positif itu bagus. Bagus untuk menenangkan diri, bagus untuk memperbaiki mood.

Justru kalau kita negatif thinking akan memperkeruh keadaan. Efeknya masalah kecil bisa berubah menjadi masalah besar. Misalkan begini, pacar kalian tidak kasih kabar seharian. Maaf, contoh ini hanya berlaku untuk yang punya pacar. Yang jomlo, silakan out! Eh becanda, kan cuma contoh. Saya juga nyesek, you know lah kenapa. Hehehe. Nah Guys, saat kejadian pacar tidak kasih kabar ada dua pikiran yang pasti menghantui yaitu pikiran positif dan pikiran negatif. Pikiran positif dan negatif akan terus berperang selama doi tidak kasih kabar. “Mungkin dia lagi sibuk”, ini positif thinking. “Eh jangan-jangan dia lagi jalan sama cewek lain”, cieh negatif thinking nih ye. Endingnya? Tergantung mana yang lebih kuat, kalau yang lebih kuat yang positif pasti akan baik-baik saja. Saat pacar kasih kabar “sayang maaf ya, tadi aku sibuk” pasti dibalas “oh tidak apa-apa sayang, I love you”. Tetapi kalau pikiran negatif yang lebih berkuasa maka yang terjadi “aku tahu kamu sibuk dengan perempuan lain”. Boooom!!!! Yes! Mulailah perang. Ohemji, Dunia percintaan yang rumit ini, sungguh melelahkan.

Dalam dunia percintaan juga banyak hal yang kita ucapkan yang kemudian menjadi doa. Khususnya yang paling sering keluar dari mulut anak muda zaman now yaitu “orang punya jodoh”, pernah tidak kalian berpikir mungkin saja dia yang kalian sebut jodoh orang sebenarnya kalian punya jodoh? Pernah tidak mikir guys? Kalau belum, mulailah berpikir. Mari kita sama-sama berpikir.

Lama balas chat langsung pikir “mungkin ini jodoh orang”, lupa tanggal jadian langsung bilang “sedang jaga jodoh orang”. Mungkin saja saat itu takdir sedang membuat rencana agar kalian berjodoh, namun karena pikiran “kotor” kalian itu, jadinya batal deh! Takdir jadi ikutan mikir “ah, dia tidak mau berjodoh dengan dia punya pacar, bikin masalah ah, biar mereka berantem terus putus”. Fucek! .

Percaya atau tidak terserah kalian. Pokoknya saya tetap percaya takdir akan bekerja sesuai pikiran kita. Lain cerita kalau yang bekerja adalah sesama manusia. Contohnya seorang wakil rakyat yang korupsi, kita memang berpikir dia akan melakukan korupsi, kalau dia benar-benar korupsi bukan takdir yang bekerja tapi “otak” si wakil rakyat. Eh, kok jadi urusin masalah korupsi. Ya, mungkin karena korupsi dan “jaga jodoh orang” sama-sama bikin rugi. Sama-sama bikin rugi secara finansial. Jika koruptor sudah makan uang rakyat maka jodoh orang (yang sebenarnya adalah jodoh kita) makan kita punya uang, uang biaya pacaran tu kalau dihitung-hitung besar juga jumlahnya. Coba saja hitung. Apalagi kalau kalian adalah pihak laki-laki. Karena laki-laki gengsi kalau dibayarin, bukan salah perempuan sebenarnya ini. Hehehe.

Kembali ke laptop, seharusnya kita aminkan saja bahwa dia adalah jodoh kita. Berusaha dan berjuang semampu kita, maka akan berjodoh. Jangan cuma tahu mengeluh karena jodoh belum datang, tapi tidak mau berjuang. Eh takdir sudah menawarkanmu beberapa jodoh, kalau kau pikir dia jodoh orang terus, ya dia akan jadi jodoh orang.

Jadi, sebenarnya kita bisa menentukan sendiri siapa yang menjadi jodoh kita. Bahkan jodoh orang pun bisa kita jadikan jodoh kita. Caranya dekati pacar orang, buat nyaman, terus berpikir bahwa dia kita punya jodoh, kalau dia punya pacar kurang erat menggenggamnya, percayalah kita bisa rebut jodoh orang. Tapi, untuk merebut jodoh orang ini saya tidak rekomendasikan kalian, kecuali kalau kalian orang yang jahat yang suka merebut milik orang lain. Wekawekaweka.

Di akhir tulisan ini saya cuma mau bilang “Setiap kata adalah doa, setiap pacar adalah jodoh. Jaga baik-baik dia yang sekarang. Dia jodohmu, dia jodohmu, dia jodohmu, titik.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.