Cabo De Flores Bukan Cabo yang Berkonotasi Negatif

 375 total views,  1 views today


Egoz Nantur|Kontributor


Cabo De Flores diambil dari bahasa Portugis yang artinya Tanjung Bunga namun orang Flores lazim menyebutnya Flores Nusa Bunga. Nahhh, kalian pasti bertanya, kenapa orang Portugis menamai pulau terpencil ini Cabo De Flores? Eits salah, Flores bukan pulau terpencil tapi pulau kecil.

Tetapi kenapa orang yang jauh dari benua Eropa itu berani-beraninya menyebut pulau indah ini Cabo De Flores? Sementara di telinga saya yang kelahiran tahun 2000-an ini, kata cabo berkontasi negatif. Tidak baik juga jika saya jelas lebih rinci di sini. Tapi kalau masih penasaran, sila tanya di anak-anak Flores seumuran saya, atau hubungi saya via medsos, nanti saya jelaskan cabo yang berkonotasi negatif itu. Wkwkw modus.


Alih-alih berbicara sejarah, dulu daerah Timur Indonesia pernah dijajah oleh bangsawan Portugis. sehingga ada peninggalan yang masih dikenang dalam sejarah pulau kecil ini termasuk kata Cabo De Flores yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti Tanjung Bunga atau Flores Nusa Bunga. Sungguh nama yang penuh sejarah. Nama titipan Portugis, sebelum meninggalkan pulau kecil ini.

Kalau ditelusuri lebih dalam, mereka yang datang menjajah nenek moyang kita dulu, mungkin ada nenek moyangnya Cristiano Ronaldo juga yah? Siapa tahu kan.


Cabo De Flores atau Nusa Bunga, dua kata itu sudah memberikan sedikit gambaran bahwasannya pulau kecil ini menarik dan cantik seperti bunga. Banyak hal- hal menarik yang akan kita jumpai dari penghuni pulau ini. Dari senyum sumringah sampai hati yang penuh kasih.

Di mata saya, orang Flores hanya tampang saja yang sangar, tapi hati malaikat. Intinya, orang Flores akan marah ketika diperlakukan tidak dengan hormat. Pun sebaliknya, orang Flores baik ketika diperlakukan secara baik.

Orang Flores punya jiwa sosial yang kuat dan mengedepankan toleransi . Makanya jangan heran kalau di setiap tanah rantauan orang – orang Flores terlihat kompak. Bagi orang Flores yang paling utama adalah “katong samua basaudara” urusan beda kampung, beda agama, beda hobi, itu urusan kemudian.

Cabo De Flores sepertinya tidak muncul begitu saja dari mulut para penjajah Portugis di masa lalu, penamaan itu sesuai dengan karakter orang Flores yang mengutamakan kekeluargaan dan persaudaraan.

Dan karena didukung dengan alam yang begitu indah, kedua hal ini, oleh penjajah disebut dengan “nusa bunga”. Indah seperti bunga, alamnya. Semerbak hingga penjuru dunia kebaikan penghuninya. Apa saya agak berlebihan? Ah tidak, begitulah fakta orang Flores, baik hati.

Agar tidak bertele-tele, saya buktikan kepada Anda semua mengapa Flores itu indah seperti bunga. Saya paparkan saja tempat wisata yang mungkin mewakili keindahan alam Flores. Mari, saya mulai.


Taman Nasional Komodo


Daya tarik utama yang diincar para turis ketika mengunjungi pulau ini yaitu taman nasional Komodo. Yang mencakupi Pulau Padar (tempat kita berada pada ketinggian menikmati keindahan alam tiga pantai dengan warna berbeda dan lekukan gunung yang unik.

It’s the place how to see the view point but we Have to tracking first how to get the views), Pulau Komodo dan Pulau Rinca (pulau yang dihuni oleh sebagaian warga dan terdapat binatang buas beradu nasib.

Dalam bahasa daerah setempat sebutan Komodo adalah ora. Varanus Komodo satu satunya binatang purba yang masih bertahan hingga kini (Saya menyebutnya binatang pemenang ujian zaman).


Gua batu cermin

Gua unik yang terdapat di Labuan Bajo. Disebut batu cermin karena adanya pembiasan cahaya matahari yang memasuki lobang kecil gua tersebut, hingga membentuk bayangan kita pada dinding batu. Dan dalam gua ini terdapat fosil ikan dan penyu. Ini menggambarkan bahwa jutaan tahun lalu gua ini berada di dasar laut.


Danau Kelimutu


Sebenarnya bukan danau namun kawa yang terdapat di atas gunung Kelimutu, di Ende. Warnanya berubah tergantung kondisi alam yang memengaruhi kawa di gunung tersebut. Keindahan Danau Kelimutu semakin mempercantik gunung Kelimutu. Danau tiga warna bagaikan mahkota gunung.

Air panas Mangeruda


Kalau Anda mengunjungi Kota Bajawa belum lengkap ketika tak mengunjungi air panas ini. Pemandian air panas ini terdapat di Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada. Alam dingin kota Bajawa mengharuskan kita untuk menyeimbangi suhu tubuh dengan air panas. Mandi air panas ini membawa kita lebih dekat dengan alam. Air panasnya dari alam kok, bukan air yang habis direbus pada tungku api. Yang proses fermentasinya membutuhkan tungku api, itu ada di Kecamatan Aimere, hasil fermentasi itu disebut sopi bukan air panas Mangeruda.

Sampai sini sudah paham kenapa ada yang namanya Cabo De Flores? Kalau belum, akan saya ceritakan lagi keindahan lain dari Flores. Sampai Anda benar-benar mengerti dengan Cabo De Flores itu sendiri.





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.