Cara Hidup Jomlo yang Elegan

742 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini


Judul di atas lumayan sok ‘bergengsi’ ya, Gaeesss. Wkwkw. Tapi memang, perlu begitu, hidup perlu punya gengsi, bukan judul tulisan saja yang bisa menunjukkan kelasnya. Sebab praktik dalam dunia nyata pun justru lebih penting.

Dalam hal status sosial, antara pekerjaan atau pasangan. Kali ini kita membahas dua hal yang kadang mempermainkan gengsi itu sendiri, Gaees! Yaitu situasi batin para jomlo penyandang status lajang.

Bagaimana situasi perasaan kaum-kaum lajang yang ketika disodorkan dengan pertanyaan-pertanyaan datar namun tajam seputar pasangan?

Pertanyaan ‘mana pacar?’ atau ‘mana pasangan?’ Dan ‘kapan menikah?’ seolah-olah menjadi sebuah soal yang melukai batin seseorang yang belum berpasangan. Bila pertanyaan itu ditujukan kepadanya. Terdengar menggelitik, namun juga menyayat perasaan, menusuk ubun-ubun.

Orang-orang di Indonesia, terlebih khusus kaum muda, sering mendapatkan pertanyaan serupa. Mereka lebih fokus menanyakan status seseorang daripada profesinya dalam dunia kerja. Thats the point!

Mari kita lihat!
1. Mana pasanganmu? Kapan menikah?
2. Apa pekerjaanmu sekarang?
3. Kapan kamu menikah?

Biasanya orang-orang yang langsung memberikan pertanyaan nomor satu sebelum nomor dua adalah ciri pertanyaan orang Indonesia. Kalau di Eropa, pertanyaan nomor dua akan menjadi pertanyaan nomor satu. Lalu diikuti pertanyaan lain, tentang pasangan, misalnya.

Maksudnya adalah urutan pertanyaan 1 dan 2 di atas sudah menjadi biasa dan seolah wajar di Indonesia – negara tercinta yang dipenuhi oleh netizen yang menyebut diri ‘kampret’ dan ‘cebong’ oleh sebab arus politik yang (hampir) jauh dari sikap demokratis yang bijaksana. Akan tetapi kalau di Eropa, urutan pertanyaannya akan menjadi:

1. Apa pekerjaanmu sekarang?
(Kalau sudah tahu dia belum punya pekerjaan, maka pertanyaan tentang pasangan tidak akan dilanjutkan). Jangan tegang, Gaesss. Relax. Itu hanya sebuah gambaran.

Maksud gambaran di atas adalah bahwa orang Eropa lebih mengutamakan pekerjaan ketimbang memikirkan pasangan. Dan, di Indonesia orang-orang sadar akan hal itu. Akan tetapi entah ada pekerjaan atau tidak, pasangan adalah pertanyaan pertama. Walaupun mereka tahu bahwa pekerjaan adalah hal yang lebih utama dari pasangan.
The simple words is; bekerja dulu baru sibuk mencari pasangan. Kalau sudah mapan, bolehlah sibuk berpacaran.

Jika pekerjaan adalah keutamaan maka berpacaran adalah sampingan. So, jangan mengutamakan sampingan dan menyampingkan keutamaan. Sebab dengan kerja, kau sudah punya modal untuk mencari ‘model’ pasangan sesuai kriteriamu.

Akan tetapi Indonesia tetap di Indonesia, Gaessss. Dan, tidak bisa dimungkiri bahwa pertanyaan di atas akan sangat sulit hilang dari mulut-mulut mereka yang sengaja melukai perasaanmu namun menggelitik bagi mereka sendiri. Welcome to Indonesia! Yang lebih sibuk menanyakan status kawin seseorang ketimbang menanyakan prestasi…!!

Dengan itu, alternatif untuk menjadi jomlo yang elegan sesuai judul di atas, maka saya tawarkan trik-trik jitu, berikut ini.
(Ingat! Ini hanya sebuah opsi ditawarkan loh ya, selebihnya kamu sendiri yang menambah atau mengurangi).

1. Kerja
Pekerjaan adalah pilihan tepat untuk kamu meluangkan waktu dan tenaga dengan baik tanpa harus memikirkan pasangan sebelum hidupmu mapan. Sebab ada saat-saat yang baik bahwa kamu perlu menikmati liburan sendiri, berjalan sendiri dan hidup sendiri. 

Dan ketika kelak kamu sudah berpasangan, maka pengalaman-pengalaman indah saat sendiri yang pernah kau jalani akan menjadi sebuah cerita yang indah. 

Sebab, percaya atau tidak, ketika kamu menceritakan masa lalu kamu saat bersama mantan kekasihmu kepada kekasihmu yang baru, juga bisa memicu lahirnya rasa cemburu. You know, that is the power of love, Gaeess!

2. Kerja
Kamu yakin bahwa di luar sana tidak ada yang menyukaimu? Kalau kamu yakin, berarti kamu salah besar. Kamu kurang optimis. Keadaan yang paling miris dalam hidup adalah ketika kita tidak optimis dan selalu dirundung pesimis. Tidak mungkin tidak yang mencintai kamu. Pasti ada. 

Hanya saja kamu belum menemukannya. Jalani saja pekerjaanmu yang sekarang. Cinta itu jatuh tanpa rencana. Tak ada yang bisa menduga bahwa kapan cinta itu datang sebab ia selalu jatuh dengan tiba-tiba. Mungkin saja orang-orang terdekat di sekitarmu, bukan? Hanya saja kau terlalu sibuk mencari yang jauh hingga lupa bahwa orang-orang yang terdekat kau abaikan. Fokus saja dengan pekerjaanmu, kau akan bertemu dengan jodohmu suatu saat nanti. Percayalah! Semua akan indah pada waktunya. Kalau belum indah, berarti belum waktunya. Itu!


3. Kerja
Apakah kamu pernah memiliki mantan kekasih? Kalau belum, tanyakan ini pada orang-orang di sekitarmu yang (juga mungkin) pernah mengalaminya secara langsung. Kamu mempunyai cinta yang kuat, tetapi kamu diabaikan bahkan dikhianati ketika kamu belum punya pekerjaan, atau penghasilan kamu kurang begitu menjamin kebahagiaan dan belum cukup untuk menghidupi rumah tangga yang sederhana kelak.

Pernah mengalami hal seperti itu? Kalau belum pernah, maka bekerjalah dengan tekun. Kalau sudah pernah, makanya tobat untuk percaya dengan janji-janji palsu yang walau diucap lewat baris-baris puisi dengan diksi yang puitis. Tobat, Gaeeesss. Tobat! (Haha). Caranya? Kerja.

4. Kerja
Cara terbaik berbalas dendam pada orang-orang yang mengabaikan kamu di masa lalumu, misalnya seseorang yang kamu suka tapi tidak sempat jadian, atau seorang mantan yang datang membawa janji lalu pergi meninggalkanmu tanpa permisi adalah dengan cara bekerja  yang tekun setekun-tekunnya. Agar kamu bisa sukses sesukses-suksesnya. 

Kelak akan ada dua jantung yang berdegup secara bersamaan dengan rasa yang berbeda namun tujuannya penyesalan. Tentang kau yang bahagia sebab sukses setelah dikecewakan, dan dia yang kecewa setelah melihat kau bahagia tanpa dirinya.

5. Kerja
Harus optimis. Bahwa kebahagiaan bukan dicari melainkan diri sendiri yang ciptakan. Jangan pernah patokkan kebahagiaanmu pada orang lain. Kamu bisa bahagia sendiri. Caranya? Fokus dengan kerja.

Pernahkah kamu berpikir bahwa seseorang yang pernah hadir dalam hidupmu, sekarang menjalani hari-harinya dengan yang lain, raganya yang pernah kau peluk dahulu kini jatuh ke telapak tangan yang baru. Percayalah! Ada atau tidak kau di sampingnya sekarang, bukan berarti musnah bahagianya. Dengar atau tidak kabar darimu, bukan berarti luntur senyumnya.

That’s why I’m telling you. Be smart, be strong, be your self! Ignore the people who ignore you! Your focus is hard work, not broken by heart who hurting you.

6. Kerja
Kamu bisa hidup tanpa pasangan. Tapi kamu tidak bisa pacaran kalau tanpa makanan. Tetap saja, pekerjaan yang lebih diutamakan, Gaeess…!!! Kalau tidak makan, jangan sampai kamu tewas sementara pacaran. (Haha). 

Jadilah jomlo yang elegan dengan menekuni pekerjaanmu yang sekarang. Fokus pada tujuan hidupmu. Sebab kamu tidak akan jomlo selamanya. Raih mimpimu sebelum berpasangan dan menikah, Gaessss.


7. Kerja
Eh, cukup! Masa’ kerja terus. Sesekali libur dong. Sesekali istirahat. Wkwkwk.

Percayalah, orang-orang yang menyandang gelar jomlo adalah orang-orang yang (sedang) luput dari kerak airmata yang jatuh oleh karena patah hati.

Bila kau bertemu dengan orang-orang yang sedang berpacaran namun belum ada kabar tentang kepastian menuju pelaminan. Ingatkan mereka dengan kalimat (pesan) ini;

“Don’t miss to much, don’t give to much, don’t kiss to much, don’t love to much, don’t trust to much. Because to much, can make you hurt so much”.

8. Berdoalah
Kalau kamu belum punya pekerjaan, carilah pekerjaan sesuai potensi yang kamu miliki. Kerjakan sesuatu dengan baik sesuai tupoksinya. Biarkan poin 1 dan 7 di atas menjadi bagian terbaikmu dalam sebuah seni bersikap elegan menjadi jomlowan/ti.

Poin 1 dan 7 itu tidak akan berjalan dengan baik tanpa berdoa. Berdoa dan bekerja ibarat tuas kiri dan tuas kanan dalam mengayuh sampan. Berdoa adalah tuas kanan, bekerja adalah tuas kiri, jika kau mendayung  dengan menggunakan kedua tuas itu maka sampanmu akan melaju ke depan, dengan pelan, dengan tenang, dengan penuh kepastian. Maka doakan apa yang akan kamu kerjakan dan kerjakan apa yang telah kamu doakan.

Sebab jodoh yang baik adalah milik mereka yang baik dalam iman dan perbuatannya.
Do your best, lets God do the rest.


Ok, Gaesss…!!!
Hanya itu trik yang dibagikan kali ini. Mau protes? Sesukamu. Mau ditambahkan? Seperlunya?

Selain dari itu, ulasan ini dibuat dengan penuh kesengajaan untuk ikut serta membantu dalam upaya memperkuat benteng pertahanan batin para jomlo oleh serangan romantis pada 14 Februari mendatang. Di mana kaum-kaum berpasangan akan berpelukan tidak tahu tempat sambil bertukar kado, tanpa memikirkan perasaan mereka yang belum berpasangan.

Yang kuat ya, Mlo!
Salam!

Penulis : Itok Aman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *