Di Kampung Banyak Pengejar Mimpi Demi Togel

Teka-teki dan pengejar mimpi (foto dari pinterest.com)

 1,282 total views,  2 views today


Popind Davianus|Redaksi

Sebagai manusia yang tidak suka berjudi, saya sebenarnya tidak mau ikut campur dengan saudara-saudari  yang suka berjudi. Tetapi semakin ke sini fenomena perjudian menggelitik perut saya. Atas dasar itulah maka saya ingin berjudi, eh maksud saya, ingin membikin artikel tentang Togel.

Togel merupakan singkatan dari toto gelap. Menurut hasil pencarian saya di wikipedia, togel awalnya lahir di Singapura pada tahun 1963, dengan sebutan Toto. Untuk mengurangi judi ilegal, Singapore Tools kemudian melegalisasi perjudian di negara itu.

Karena tidak semua negara melegalkan bentuk perjudian, maka dengan segala keberaniannya, masyarakat Indonesia memelintir toto menjadi togel (toto gelap). Selain supaya punya versi berbeda dari negara tetangga tentu  yang paling utama untuk mengelabui penegak hukum. Pernyataan pada paragraf kedua, dari pemikiran nakal saya, bukan dari wikipedia. Catat!

Setiba di kampung halaman saya, togel dipelintir lagi menjadi kupon, dalam versi lain disebut juga isi angka. Dan entah kenapa, hampir semua orang ikut berjudi togel.

Fenomena perjudian di kampung telah bergeser, dari yang biasanya bersila menjadi berdiri, dari yang biasanya offline menjadi online, tetapi tetap menggunakan jasa bandar.

Dari yang biasanya main capsa atau kartu sambil bersila dan saling bertatap muka bergeser berjudi togel secara online, dengan hanya berdiri dari luar pintu rumah si bandar, sambil menitip buku berisi angka yang tidak lupa diselipkan juga dengan uang.

Hal seperti ini patut saya banggakan. Ada pergeseran gaya hidup masyarakat. Mereka mulai mengenal dunia digital. Walau masih menggunakan jasa bandar yang memiliki akun, tetapi setidaknya mereka paham bagaimana proses perjudian itu berlangsung dan yang jauh lebih penting, mereka mengenal lebih banyak nama negara di belahan dunia. Mereka mulai mengenal Singapura, Macau,  Sidney, China, Hongkong dan lainnya.

Perjudian togel ini masif terjadi di setiap kampung. Saat saya mengunjungi kampung lain, orang cenderung menanyakan apakah malamnya saya punya mimpi, tidak lagi menanyakan kabar atau minimal bertanya sudah punya tambatan hati apa belum.

Di sisi lain, perjudian togel seperti mempererat tali silaturahmi masyarakat di kampung. Setiap pagi, ibu-ibu biasanya akan berkunjung ke rumah tetangga untuk menanyakan apakah tetangga mereka punya mimpi. Kalau ada, mereka akan menganalisis mimpi tersebut menjadi angka.

Misalnya saat tidur malam, tetangga bermimpi petik jambu, maka mereka akan mengisi angka 55. Angka ini diperoleh dari jumlah huruf setiap kata. Petik; 5 huruf, dan jambu; 5 huruf. Begitu biasanya mereka menganalisis mimpi, menghitung huruf setiap kata.

Siapapun yang memulai kebiasaan ini, kita patut mengangkat topi. Walau agak menggelitik tetapi ia sukses memengaruhi banyak orang. Entah guru, kontraktor, pedagang , petani semua patuh pada kebiasaan ini.

Di kampung banyak pengejar mimpi. Bukan mimpi demi masa depan, tetapi demi togel. Demi kaya mendadak. Demi sesuatu yang sebenarnya mereka tidak sadar, mereka sedang menghamburkan uang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.