Dik, Sehabis UNBK Selebrasinya Jangan Berlebihan!!

 1,186 total views,  2 views today


Dari Kaka Erik Jumpar yang pernah duduk di bangku SMA

Kemarin sore, kami menyeruput kopi di beranda rumah sembari mencicipi jagung muda yang baru saja dipanen dari ladang bapatua dan mamatua. Nikmatnya suasana Golo Mongkok membawa kami ke palbagai topik, dimulai dari Covid-19 yang merisaukan pikiran orang-orang Flores, juga tentang berjuta harapan sebagai umat Keuskupan Ruteng pada uskup  baru.

Semakin lama kami bercerita, kopi tersisa ampasnya, jagung jua telah habis. Rokok Djitoe sebagai rokok sejuta umat di Flores tersisa dua batang. Sementara jumlah perokok ada tiga orang. Sebagai perokok yang umurnya paling muda, saya memilih untuk mengalah. Padahal dalam hati sebetulnya tidak rela sama sekali. Ah, sialan!

Ragam topik pembicaraan terus bergulir. Agenda pemilihan kepala desa antar waktu di desa kami jadi salah satu suguhan di puncak pembicaraan. Secara kebetulan saya berada dalam jajaran panitia, saya tentu beruntung mendapat berbagai usul dan saran dalam melancarkan jalannya proses pemilihan.

Sementara asyik berbincang, konsenterasi kami dialihkan oleh deru kendaraan roda dua yang sedang melakukan pawai. Setelah bergegas ke tepian jalan untuk melihat siapa yang tega menganggu konsentrasi kami,  tampak dengan gagah berani segerombolan anak-anak SMK yang sedang merayakan berakhirnya UNBK. Mereka sedang melakukan selebrasi atas berakhirnya ujian yang tentu saja telah menguras energi.

Selebrasi bagian dari kultur yang menua seturut peradaban manusia. Kebiasaan ini dirayakan dengan konsep dasar demi merayakan keberuntungan. Selebrasi merupakan ekspresi bahagia setelah mengakhiri sebuah kompetisi. Sang pemenang  unjuk gigi dalam melakukan selebrasi dengan gayanya masing-masing.

Pemain sepak bola, entah yang bermain di La Liga ataupun yang bermain di pertandingan saat perayaan Paskah dan Natal di Manggarai Timur sangat lekat dengan selebrasi. Cristiano Ronaldo saat merumput di Los Galacticos memliki selebrasi yang unik dilihat, apalagi saat Real Madrid membantai Barcelona, iya to? Kalau pembaca Tabeite berada pada barisan Barcelonistas garis keras, plissss kali ini jangan protes dulu.

Adik-adik kita yang kemarin melakukan selebrasi atas berakhirnya UNBK juga terlihat berbeda. Rambut mereka dicat. Sementara sebagian lagi dengan gagah berani mengangkat senjata, siap bertempur hingga titik darah penghabisan. Eh salah, itu mah pahlawan. Maksud saya, adik-adik kita itu, dengan bangga memberi warna pada seragam putih abu-abu. Sungguh ciri khas warga +62 bukan?

Wajah mereka yang awalnya terlihat cantik-cantik dan ganteng-ganteng agak berbeda usai melihat penampilan mereka yang urak-urakan. Tali gas kendaraan mereka ditarik sekuat mungkin. Deru kendaraan yang kreditnya belum lunas  mereka sangat mengganggu. Warga keluar rumah menyaksikan aksi mereka. Jumlah kendaraan cukup banyak, sebagian di antara mereka memacu kendaraan sembari berdiri di atas motor. Hebat nian. Sementara sebagaian lagi mengeluarkan kamera untuk merekam jalannya prosesi pawai.

Mereka sungguh menikmati jalannya pawai. Warga di kampung kami tumpah-ruah di tepian jalan. Mereka semakin percaya diri setelah disaksikan oleh banyak orang. Deru kendaraan semakin kencang.   Mereka semakin gagah berani dalam memacu kendaraan.

Tidak lama kemudian, sesaat mereka lupa diri di atas penderitaan orangtua yang sedang mengais asa di sawah, mobil patwal dari Polsek Borong terlihat membuntuti mereka. Bunyi sirene terdengar. Rombongan yang sebelumnya gagah-gagahan mulai perlahan-lahan menciut juga nyalinya. Mereka lari terbirit-birit demi mengamankan diri.

Kendaraan mereka diparkirkan begitu saja di rumah warga, sementara mereka hilang entah kemana. Nyali mereka tidak terlihat seperti di awal mereka memacu kendaraan. Ciut dan kusut.

Aksi dari aparat Polsek Borong yang menertibkan pawai patut diacungi jempol. Seluruh jempol kaki dan tangan saya diangkat untuk memuji kinerja aparat yang cekatan. Toh, melakukan pawai sebelum kabar kelulusan itu lucu bukan? Baru selesai UNBK saja selebrasinya begitu. Yakin lulus? Bantu orangtua sana!  Hufs!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *