Fix, Bulan Depan Tabeite Bubar!!

 959 total views,  1 views today


Sebuah Permohonan Maaf

Popin Davianus|Tuagolo

Menjaga kelangsungan hidup sebuah media yang lahir dengan modal nekad toh, sangat susah. Media kecil itu adalah Tabeite. Yang berusaha melucu namun garing. Yang berusaha menyasar segmentasi pembaca anak muda namun gagal. Dan yang sok-sok membangun media dengan dalih “demi memajukan literasi”. Tai!!

Oh iya, saya terlampau emosi sampai lupa mengenalkan diri kepada pembaca. Saya Tuagolo tabeite. Dalam media kecil ini kami berusaha menampilkan sesuatu yang berbeda, yang kalau dalam bahasa Manggarai Timur pedalaman, kami sebut antimeanstream. Dengan alasan itu pula kami lebih memilih menggunakan istilah tuagolo untuk pemimpin redaksi dan tuapanga untuk redaktur, sesuai dengan rubrik masing-masing. Ada Mu’uluju, Jomel, Lejong dan rubrik lain yang telah lama ditutup karena tuapanga jarang menulis.

Selama 11 bulan mencoba bertahan hidup, media ini seperti terminal dengan kendaraan yang keluar masuk. Iya serius. Awalnya tabeite beranggotakan puluhan orang. Pelan-pelan menjadi belasan orang dan kini tersisa sembilan orang. Di saat ada yang masuk, ada pula yang keluar. Sayangnya, jumlahnya tidak seimbang. Yang keluar justru lebih banyak dari yang masuk.

Kali ini saya mesti sombong, bahwasannya saya lebih tabeite dari tabeite itu sendiri. Memang iya. Sebelum tabeite resmi dilaunching saya sudah menulis dua hari sebelum itu, meskipun saya, Itok Aman dan Erik Jumpar saja lah yang membaca.

Sebagai tuagolo mestinya jabatan tersebut tidak direrpotkan dengan hal-hal yang tidak penting. Di tabeite malah sebaliknya. Saya sering menjadi editor, menjadi admin web dan urusan teknis lainnya. Mendapat predikat lebih tabeite dari tabeite saya rasa sangat cocok.

Maka dari itu, memilih untuk menutup tabeite sebagai media yang tidak penting dalam hidup adalah jalan yang terbaik. Besar terima kasih kepada semua kontributor yang sudah ikut mengambil bagian dalam mempertahankan kelangsungan hidup tabeite.

Sangat dilematis, memang. Ketika kontributor mengirim tulisan, kami merasa kecil dihadapan mereka.

Pertama, sebagai makhluk hidup di dunia yang tidak baik-baik saja ini, kita semua membutuhkan honor dari apa yang telah kita kerjakan. Sayangnya kami tidak bisa memberikan itu. Hanya doa dan harapan yang bisa kami berikan. Yah mau bagaimana lagi, tabeite hanya kumpulan pengangguran dan mahasiswa.

Kedua, ketika menyadari kami tidak bisa memberi kontributor honorarium, menolak tulisan mereka di kemudian hari adalah sebuah dosa besar. Mau tidak mau, suka tidak suka kami harus tetap menerimanya walau pun tidak sesuai dengan suara hati.  

Besar harapan, dikemudian hari ada anak-anak muda yang semangatnya melebihi kami yang pernah mencoba menghadirkan tabeite kepada pembaca. Tentu ada penyesalan dari pembaca yang bisa dihitung jumlahnya dengan keputusan yang kami ambil. Tapi sudahlah, kami membutuhkan pekerjaan yang lebih dari sekadar mempertahankan hobi. Tentunya pekerjaan yang bisa mendatangkan penghasilan berupa uang. Kalau tidak bertemu di tabeite, kita masih bisa bertemu di media lain. Media yang lebih besar dan kami bekerja dengan diberi upah.

Bulan depan, tepat di hari kami lahir, kami akan pergi dan tidak akan kembali lagi. Jika ada sesuatu yang tidak menyenangkan dari tabeite, kiranya bisa dimaafkan. Pun jika ada yang baik, segera dilupakan juga, awas baper dan kalian merindukan kami.

Sekian dari tuagolo.

Eits, tulisan di atas adalah tulisan hoax, sebentar lagi kami ulang tahun dan kami membutuhkan Anda dalam kelangsungan hidup kami. Baca terus tabeite dan jangan lupa share setiap tulisan yang Anda suka. Tidak lebih. Kami tidak butuh uang, kami butuh penyemangat.

Ketika Anda membagikan tulisan kami, ada puing-puing semangat loh gius eh gais.

Nantikan keseruan di hari ulang tahun tabeite yang pertama, April nanti.

14 thoughts on “Fix, Bulan Depan Tabeite Bubar!!

  1. wkwkwkwk saya kira betulan tadi, jangan sampai itu terjadi sebagai anakmuda manggarai, kiranya kita bisa saling suport dalam berkarya..sedikit masukan, kalau bisa.. coba daftarkan situs web kaka di google adsens, biar bisa dapat penghasilan tambahan dari google, kemudian coba buat account google bisnisku, dan jangan lupa daftar juga di google news.. dan paling penting , coba dalami kembali SEO kae. karena kalau menurut saya dari segi tampilan user frendly sekali web kk.. maaf kalau komentar saya menyinggung admin tabeite.com salam Lakolako.co.id

    1. Terima kasih dukunganya kaka. Soal dihubungkan dengan google adsense, sepertinya tidak akan pernah kaka. Tetapi soal tampilan website kami juga sepertinya kurang puas dan akan melakukan pembaharuan dalam waktu dekat. Sekali lagi, terima kasih atas dukungannya. Semoga lakolako juga semakin maju dan sukses. Salam dan hormat kaka.

  2. Gue salah satu suka kepo2 tentang tulisan d tabeite
    Ciiieee sudah 1 thn aja
    Semoga bukan setahun tapi berapa tahun lagi💪💪

  3. Senja senja tai anjing!!
    Setelah tutup jangan lupa buka. Ada orang yang masih bersedia untuk masuk dan tetap tinggal di dalam.

    Maju terus. Kita beriringan.
    Salam.

  4. Baru juga gue nyangkut di website ini, artikel yg pertama baca udah mau bubar aja 😅 thank God cuma hoax.

    Semangat terus pemuda-pemudi Manggarai!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *