Irama Dangdut Klasik Alay Lolita

211 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini


Diskotik sebelah pojok Kota Surabaya, ia menaruh lampiasan dahaga, berontak dan tidak tahu marah kepada siapa. Mata melotot tidak seperti biasanya, ia begitu gugup dan gelisah, warna bola mata memutih. Sontak seketika suasana menjadi resah.

Masuk ke dalam Diskotik, Amin terlihat tenang dan tampak biasa saja, tidak terlihat gugup. Menyapa security dengan senyum khas biasanya, masuk dan langsung menuju meja Disk Joki, menanyakan minuman. Tepat pukul 12:00 WIB, ia memesan minuman vodka murni satu jigger 44 ml yang mengandung 97 kalori, tanpa gula dan karbohidrat harga standar sambil bercakap-cakap membicarakan sesuatu dengan wanita cantik (disk joki) di samping meja tempat ia duduk.

Beberapa jam kemudian, tepat pukul 14:20 WIB, saat musik dangdut klasik alay Lolita diputar ada seseorang yang tampak samar-samar mukanya ketutupan kain songke Manggarai, terlihat buram, mungkin karena pengaruh vodka membuat arah pandangan Amin sedikit pudar. Lalu pria tak dikenal tersebut menghampiri dan menyapa Amin, seraya mengatakan “kamu kenal saya? Jika kamu kenal saya maka setelah dari Diskotik ini kamu harus menemui saya di simpang pasar malam tempat transaksi obat-obat tikus.” Pria yang tertutup kain songke Manggarai menyebutkan nama jalan arah rute menuju pasar malam.

Pria yang tidak dikenal itu pergi dan meninggalkan klub malam, melewati pintu belakang. Amin yang sedang bergoyang tidak menggubris sekalipun bisikan pria yang tak dikenal itu, goyang dan terus bergoyang sesekali kaki mengudara. “sembari mengatakan happy-happy dan siangkan malam ini. Saya tidak mungkin menemui kamu, hey pria banci’ kenal juga tidak!

Cepat keluar!!! Teriak pria yang tidak dikenal itu, kamu ikuti perintaku“. Pria yang tetutup kain songke Manggarai itu mendadak marah dan mendesak security untuk mengusir Amin yang sedang menikmati irama dangdut klasik alay Lolita.

Tak berapa lama kemudian, terdengar benturan keras berasal dari ruangan klub malam, benturan menggelegar di seluruh ruangan. Pengunjung Diskotik itu tidak merasa panik, dan merasa benturan tersebut hanyalah meja yang jatuh dari lantai dua Diskotik. Suara musik tetap berjalan dan goyang kaki mengudara tetap sejalan. Amin terlihat santai menikmati irama musik dangdut alay Lolita. Bersamaan dengan benturan yang durasi dua menit, puing-puing meja berserakkan dan tercecer memenuhi lantai, retakan keramik berbareng serentak, dan ditambah dengan injak-injak kaki para pengunjung Diskotik membuat puing-puing keramik berserakkan. Selain dari belakang klub terdengar benturan keras.

Seluruh pengunjung Diskotik tidak mengindahkan benturan itu, mereka tetap berjoget mengikuti irama musik. Ketika Amin memandang ke pintu belakang, ia melihat sekelompok orang berjalan ke arahnya, terlihat dengan perlengkapan senjata tajam ala perampok. Serulit, samurai, dan palu berlumuran darah. Amin seketika sadar dan berlari menuju meja perjamuan Disk Joki, para perampok terus menghampiri dan memukul salah satu pengunjung diskotik dengan palu, serta kepala digorok menggunakan serulit. Suasana makin kacau, teriakan histeris dicampur dengan irama musik yang tidak berkesudahan membuat para perampok beraksi leluasa tanpa didengar para petugas security. Amin yang sedikit sadar pada saat itu melihat seseorang Pria dengan kain songke Manggarai berdiri dipintu belakang, ingatannyapun muncul memaksa berpikir, siapakah Pria itu?

Ruangan Diskotik menggema dengan suara yang berbeda membuat security terusik dan mengecek kondisi ruangan. Disk Joki lari menghampiri security dan mengatakan ada perampok masuk ruangan diskotik. Tiba-tiba salah satu pengunjung diskotik berteriak meminta tolong pada security. Panik dan rasa takut menghantui security untuk membantu karena melihat para perampok memegang senjata tajam, security dan Disk Joki lari menuju ruang ganti. Amin yang bersembunyi dibawah meja perjamuan para Disk Joki berlagak berdiri, melompat keluar ruangan Diskotik melewati jendela menembus kaca berjatuhan. Pasca kejadian itu, diketahui dua orang pengunjung diskotik tewas ditempat serta barang-barang berharga ludes diambil para perampok. Salah seorang korban yang tewas dalam insiden prampokan ini adalah Pria yang mengenakan kain songke Manggarai tadi, Amin pun terkejut dan bangun dari tidur pulas akibat mabuk vodka, mimpi panjang tentang prampokan. Ia berontak dan tidak tahu marah kepada siapa. Mata melotot tidak seperti biasanya, ia begitu gugup dan gelisah,  warna bola mata memutih. Sontak seketika suasana menjadi resah. Dan ternyata ia haus, ingin minum air mineral club, salah satu air minum dalam kemasan produksi PT Tirta  Sukses Perkasa Cianjur 43282-Indonesia dengan jargon air minum yang diproses dengan seksama menghadirkan air minum asli seperti apa adanya persis seperti dirimu yang selalu menjadi dirimu apa adanya.”

Entahlah!!

Nama Amin terukir dalam bait Air Mineral.**

Penulis: Yulianus Nardin; Anggota Demisioner GMNI Cabang Malang dan aktif di Komunitas Study Club Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *