Jika Pemuda Flores Mendadak Perkasa, Itu Karena Sopi

1,808 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini


NTT merupakan daerah yang begitu elok. Di sana kami dilahirkan dan dibesarkan oleh Mamatua dan Bapatua. Bermodalkan pisang, ubi kayu dan kopi pait, Bapa dan Mamatua membesarkan kami dengan penuh kasih sayang. Terlepas dari bagaimana pun orang mencap buruk tentang NTT, tetepi saya tetap cinta.

Kalau mau jujur, kami tidak hirau apa omongan kalian tentang NTT. Kami tetap bangga jadi orang NTT. Bangga sekali. Kebanggaan kami semakin berlipat ganda saat putusan terbaru dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat melegalisasi peredaran sopi (arak khas NTT) untuk dijual bebas di pasaran.

Memang miras lokal tidak pernah lepas dari masyarakat bumi Flobamora. Selain untuk konsumsi, minuman keras lokal di NTT akan selalu dibutuhkan saat ada pesta-pesta adat. Pesta adat di NTT belum lengkap tanpa sopi. Jangan heran, setiap ada pesta-pesta adat sopi akan jadi salah satu suguhan utama untuk para tamu. Jika dari dulu kita menganggap sirih-pinang sebagai salah satu hal yang dianggap lumrah untuk dikonsumsi, pun demikian baiknya kita dapat menerima sopi sebagai salah satu produk budaya orang Nusa Tenggara Timur.

Berkat sopi pula pendidikan anak-anak NTT tidak terbengkalai, bahkan sopi berhasil sekolahkan anak hingga ke Perguruan Tinggi. Mereka berhasil mengenyam pendidikan karena bapa tua dan mama tua dengan gigih berjuang menyuling sopi untuk dijual ke pasar. Hasilnya dipakai demi anak yang sekolah di kota untuk bergaya, eh maksudnya untuk biayai pendidikan anak yang lagi sekolah di kota.

Di Manggarai Timur ada beberapa tempat terkenal sebagai produsen sopi, misalnya di Ntau’r kecamatan Rana Mese, dan akhir-akhir ini yang menyalip sopi Ntau’r yakni sopi dari Kobok, kecamatan Kota Komba. Produksi sopi dari kedua tempat ini setidaknya melambungkan nama Manggarai Timur dalam percaturan sopi di tanah Manggarai. Bahkan, di Ntau’r ada orang-orang tertentu yang berani mengganti kopi demi menanam pohon aren. Itu semua berkat sopi yang memiliki peluang ekonomi yang cukup menjanjikan.

Tidak hanya membantu ekonomi rumah tangga, sopi juga punya andil penting dalam membantu perkasanya anak muda Flores. Eitss, tunggu dulu! Buang jauh pikiran mesum burukmu itu. Anak muda Flores saat hadiri pesta kurang percaya diri jika sebelumnya tidak minum sopi. Meski mereka berangkat dengan percaya diri dari rumah dengan memakai minyak rivon atau brisk, parfum casablanca, sandal topsi yang di sampingnya ditempel dengan paku tekan, serta didukung oleh dompet yang di dalamnya tersimpan foto mantan, itu tidak menjamin rasa percaya diri semakin melambung.

Setelah tiba di dalam kemah dan sudah menempati tempat duduk yang paling nyaman, serasa ada yang kurang jika belum meneguk sopi. Ada-ada saja kesempatan bersama anak muda lainnya untuk keluar kemah dan mencari kios terdekat yang menjual sopi. Biasanya berhenti dan tidaknya minum sopi tergantung sejauh mana kuat dan tidaknya pengaruh sopi yang telah diminum.

Saya sering gabung dengan anak muda yang lain saat hadiri pesta dan tentu kami juga menikmati sopi disela-sela pesta. Demi mencari posisi nyaman saat lagi minum bersama dengan anak muda yang lain, saya biasanya memilih menjadi bandar. Bandar di sini maksudnya ia yang akan menuangkan sopi ke dalam gelas untuk dibagikan pada anak muda yang ikut minum bersama. Saya memilih menjadi bandar dengan dalih meminimalisir takaran sopi yang dituangkan ke dalam gelas, sehingga saat teman-teman yang lain sudah pada mabuk saya masih terlihat normal. Minum sopi juga harus pakai gaya politisi, kaka.

Usai pengaruh sopi mulai bekerja biasanya kita kembali ke dalam kemah. Tiba di dalam kemah bakalan dijamin engkau akan jadi bintang kemah. Entah lagu bergenre apa, musik bergaya Flores atau non-Flores, bintang kemah tadi sudah dipastikan bakalan menguasai kemah secara keseluruhan. Apalagi saat MC sudah umumkan untuk “siangkan malam ini”, dijamin bintang kemah semakin leluasa untuk kuasai kemah.

Selain untuk kuasai kemah, sopi juga punya peran penting untuk dekati nona-nona Manggarai Timur yang cantik-cantik dan manis-manis. Aduh Tuhan, mereka pu senang karena dipuji oleh awak tabeite.com yang paling ganteng. Jangan heran usai meneguk sopi tadi ada saatnya untuk melirik nona-nona yang hadir pesta. Berawal dari bujukan dengan berdansa bersama lalu perlahan-lahan pedekate mulai berlangsung. Setelah itu, jangan tanya saya lagi. Mengerti sendiri saja. Mabuk dulu baru dapat pacar, itu moto anak muda Flores sekali, tidak bisa tipu-tipu.

Penulis : Erik Jumpar|Tua Panga Tabeite|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *