Jiro; Seorang Musisi yang Tidak Zero

 772 total views,  1 views today


Apek|Redaksi

Banyak yang spesial di Manggarai Timur. Bukan hanya alamnya, manusianya juga asek-asek.

Sejenak, saya membawa teman-teman ke ujung timur Manggarai Timur. Timurnya double, bukan berarti dia tak punya apa-apa. Justru karena apa-apanya makanya dia diseret ke tabeite.com. Ada sesuatu yang spesial yang kita bahas.

To the point aja. Saya perkenalkan teman-teman dengan Jaik Sero. Di jogja orang-orang memanggilnya Jiro. Dia dari Wae Rana, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur. Kalo saya, saya sudah kenal Jaik Sero sejak lama, hanya dia yang belum kenal saya sama sekali. Kasian sekali saya.

Teman-teman kenal dengan Illo Djeer, Ivan Man, Gaspar Raja to, atau yang paling dekat itu Sius Magung dan Rensi Ambang. Mereka musisi Manggarai yang sayapnya sudah melebar dan Jiro, sosok yang saya perkenalkan kepada teman-teman kali ini adalah musisi yang sedang berjuang melebarkan sayapnya.

Jiro suka musik sejak kecil. Bagi Jiro musik itu bahasa universal. Ia bebas mengungkapkan ide, meluapkan perasaan, dan menyampaikan inspirasi lewat tangga nada yang harmonis, khas, dan menenangkan hati penikmat. “Saya lakukan ini semua untuk membahagiakan hidup saya sendiri, segala sesuatu saya tuangkan di situ”, katanya santai.

Selain itu, Jiro tak pernah diam dengan potensi dirinya. Setelah memutuskan untuk kuliah di Jogja, Ia kembangkan potensi secara maksimal. Sekarang Jiro punya studio musik yang kecil. Gitar ada, keyboard ada, dan beberapa jenis alat rekaman yang saya tidak tahu namanya, maklum saja. Di tempat semacam ini bakatnya diasah. Bukan dari siapa-siapa, tapi dari dalam diri sendiri yang punya niat untuk mengembangkan potensi diri. Semoga teman-teman semua ikut e.

Jiro memiliki suara yang khas. Karena saya bukan musisi dan tidak mengerti apa-apa tentang musik, saya tidak tahu suara macam Jiro disebut jenis suara apa. Dari pengamatan pendengar awam seperti saya, sering menyebut suara Jiro serak-serak basah. Seraknya kedengaran, tapi basahnya itu seperti apa. Ini gara-gara minim pengetahuan tentang musik.

Jiro dikenal hampir semua oleh orang Manggarai. Betapa tidak, setiap acara besar dia selalu naik panggung. Bermain gitar dan menyanyikan sebuah lagu. Dalam wawancara via WA, katanya dia sudah ikut banyak event-event besar selain nyanyi di acara kecil-kecilan yang dibuat oleh orang Manggarai sendiri.

“Saya pernah ikut beberapa event besar, misalnya Event Reggae, ulang tahun Indonesia Reagge, event scooter, warkop Pekalongan, dan Surfing Internasional”, katanya sambil pukul dada membanggakan diri sendiri. Saya juga ikut bangga. Ada orang dari daerah saya yang udik mengikuti berbagai event besar macam itu. Kalian juga ikut bangga dong.

Akhir-akhir ini saya dengar, kebetulan kosnya saya dengan Jiro agak berdekatan, Jiro ingin buat album lagunya sendiri. Beberapa lagu yang ia sudah rekam sendiri hanya belum dipublikasi. Tiga lagu yang ia publikasi, ada di kanal youtubenya, Monichart95. Jangan lupa subscribe ya teman-teman. Jatuh cinta dan subscribe itu sama-sama gratis, silakan dicoba.

Teman-teman sudah mengenal Jiro to. Ternyata dia manusia macam kita juga, ahahh. Kenapa dia bisa? Kita juga harus bisa dong. Semoga potensi diri kita dikembangkan secara maksimal.

“Terakhir dari saya e, semua kita harus saling mendukung e, khusunya musisi lokal. Hilangkan sara dalam bermusik!! Itu saja dari saya e”, kalimat terakhir saat mengakhiri wawancara via WA kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.