Kekeliruan Saya Membanggakan Jhoni Plate Lebih Awal

Semoga senyummu selalu berarti (Sumber foto: Pinterest.com)

 498 total views,  1 views today


Popind Davianus |Redaksi

Sejak presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa salah satu menterinya kali itu bernama Jhoni Plate, riuh di beranda media sosial saya tidak terbendung. Belum lagi saat terpilihnya Jhoni Plate sebagai seorang menteri berdekatan dengan viralnya Betrand Peto, seorang anak kecil dari salah satu desa di Manggarai yang tiba-tiba menjadi artis berkat ayah angkatnya, Ruben Onsu.

Riuh di media sosial saya tentu datang dari ribuan akun milik orang Nusa Tenggara Timur. Sebagai sebuah daerah kecil dan terpencil, menyaksikan kesuksesan dua putra daerah di kesempatan yang sama tersebut seperti mendapat mukjizat Tuhan kepada bangsa terpilih.

Saking bangganya orang Nusa Tenggara Timur kala itu, sampai-sampai ada oknum yang memperebutkan asal usul Jhoni Plate. Kata salah satu kelompok, Jhoni Plate putra Maumere. Ayahnya orang Maumere, lantas dia putra Maumere. Kata kelompok yang lainnya lagi, Jhoni Plate boleh punya Ayah dari Maumere, tetapi dia lahir dan besar di Manggarai, jadi Jhoni Plate harus disebut putra Manggarai. Kedua kelompok yang saling memperebutkan asal usul Jhoni Plate ini lupa bahwa Manggarai dan Maumere sama-sama berada di Pulau Flores dan masuk dalam Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Terpilihnya Jhoni Plate sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika pada Oktober 2019 tidak dimungkiri sebagai sebuah kebanggaan bagi hampir seluruh warga Nusa Tenggara Timur, termasuk saya.

Bagi saya, dengan terpilihnya Jhoni Plate berarti  NTT punya masa depan yang cerah pada bidang yang diembankan oleh menteri asal daerahnya itu yakni, Komunikasi dan Informasi.

Tahun demi tahun pun berlalu, sebagai seorang menteri, Jhoni Plate semakin sering tampil di televisi, belum lagi televisi, radio dan media informasi lainnya berada di bawah pengawasannya. Decak kagum warga NTT tidak ada habis-habisnya.

“Ole rezeki apa bail di pa Jhoni danong ge, hia kali atan NTT ho’o ga (Tidak ada orang lain yang terpilih di NTT selain Jhoni Plate),” kata bapak saya di sela menonton berita Jhoni Plate di televisi.

Bapak saya dan saya sepakat bahwa orang yang paling sukses dalam pencapaian bidang politik seantero Nusa Tenggara Timur saat ini hanya Jhoni Plate, yang lain berada di urutan kemudian.

Namun, pencapaian pribadi ternyata belum bisa mewakili harapan seluruh masyarakat seantero NTT. Belum ada perubahan signifikan di NTT semenjak Jhoni Plate menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi. Sepengamatan saya desa-desa di NTT tetap susah sinyal. Jumlah tower telkomsel pun masih itu-itu saja, belum ada penambahan. Tower provider lain pun masih ngos-ngosan masuk desa. Adanya hanya ada di kota.

Ketertinggalan akan infrastruktur informasi dan komunikasi di NTT sepertinya akan berumur panjang. Keberadaan Jhoni Plate hanya sebatas kebanggaan sebagai sesama daerah, tetapi membanggakannya karena sudah membangun NTT, belum bisa disampaikan sekarang. Buktinya, siswa-siswi yang harus mengikuti ujian akhir sekolah dari rumah, harus mendaki gunung demi mendapatkan sinyal yang kuat. Begitu pula dengan guru-guru yang melakukan pelatihan daring dari rumah, berubah menjadi pelatihan dari hutan karena di rumah mereka tidak ada jaringan sama sekali.

Mungkin Jhoni Plate punya kebijakan bertahap. Tahun kemarin tidak ada pembangunan di Nusa Tenggara Timur, karena pemerintah sedang memfokuskan pembangunan di daerah lain, belum lagi anggaran di tengah pandemi banyak dialihkan kepada penanganan covid. Cuma, terlanjur membanggakan Jhoni Plate hanya karena sesama daerah adalah kekeliruan yang tidak boleh saya ulangi jika di masa depan ada menteri baru lagi dari NTT.

Hari ini saya tidak lagi membanggakan Jhoni Plate sebelum beliau membikin perubahan bagi NTT.

1 thought on “Kekeliruan Saya Membanggakan Jhoni Plate Lebih Awal

  1. Sungguh luar biasa
    Salam literasi dari kami Taman Bacaan Masyarakat TBM POCO NDEKI CAKRAWALA BORONG Manggarai Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.