Keren!! Desa Compang Congkar Membangun Literasi dari Dana Desa

447 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini


Itok Aman|Redaksi

Untuk membangun sebuah rumah dibutuhkan fondasi yang kuat agar tidak mudah runtuh. Begitu jalan yang diambil Fransiskus Adi, Kepala Desa Compang Congkar sejak terpilih pada 2010 lalu. Bagi beliau, sebuah kampung bisa dibangun dengan baik dan rapi apabila literasi di dalam kampung tersebut sudah benar-benar hidup.

Presiden Joko Widodo menggagas program alokasi Dana Desa bukan untuk memenuhi kebutuhan kepala desa dan aparatnya tetapi untuk memenuhi kepentingan pembangunan di dalam desa tersebut. Dengan itu, setiap kepala desa mendapatkan kesempatan untuk membangun desanya dengan dana tersebut. Dana Desa merupakan sejumlah anggaran dana yang diberikan kepada desa dari pemerintah. Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merupakan sumber dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Jumlah yang diterima paling sedikit adalah 10% dari APBN.

Alokasi dana yang diberikan harus digunakan secara konsisten dan terkendali. Setiap kegiatan yang menggunakan alokasi dana desa, melalui beberapa tahapan proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi yang jelas dan berdasar prinsip. Segala bentuk laporan yang dibuat harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tujuan dana desa yang disalurkan kepada masyarakat desa antara lain; membantu mengatasi permasalahan ekonomi di desa, antara lain kemiskinan bisa dikurangi, angka pengangguran bisa diturunkan, laju urbanisasi bisa dihambat dan ketimpangan bisa dipersempit; membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, membantu pemerataan pembangunan dan hasilnya, membangun infrastruktur dan menciptakan peluang serta lapangan kerja baru;

Selain menggunakan untuk pembangunan desa, tetapi juga untuk membangun sumber daya manusia (SDM) seperti melaksanakan pembinaan, bimbingan serta pendampingan, dan pemantauan yang lebih tertata dan saling berhubungan; memperkuat koordinasi, konsolidasi, dan sinergi terhadap pelaksanaan program yang menjadi prioritas pembangunan desa dari tingkat pemerintah pusat, daerah, kecamatan, hingga desa itu sendiri; membangun infrastruktur dan layanan fasilitas publik serta memberdayakan dan mengembangkan perekonomian yang ada di desa tersebut.

Dana desa diprioritaskan manfaatnya untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, yang dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa.

Frans Adi memanfaatkan dana desa untuk mendirikan dua lembaga PAUD di desanya. PAUD Reba Rana didirikan sejak tahun 2015 dan PAUD Compang Congkar didirikan pada 2017 lalu. Sudah tercatat puluhan siswa dari desa tersebut yang memulai pendidikannya dari PAUD yang didirikan oleh Frans Adi selama menjabat sebagai Kepala Desa Compang Congkar.

Kendati demikian, selain membangun literasi yang menjadi jalan utama mengembangkan pengetahuan dan daya pikir masyarakat, khususnya masyarakat di desa, Dana Desa juga digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan lingkungan desa yang ramah dan maju.

Frans Adi memanfaatkan kesempatan untuk membangun dengan menatah kembali jalan-jalan di perkampungan dalam wilayah pemerintahannya. Seperti jalan menuju Compang Congkar (halaman perkampungan Congkar) dan juga penggalian jalan baru serta membangun selokan di pinggiran jalan.

Ada dua bagian urgen dalam pembangunan desa menurut Frans Adi, yaitu literasi dan infrastruktur. Literasi yang baik harus dibangun dari dasar, sehingga selain membangun lembaganya, walaupun pemerintah desa mengajukan proposal ke dinas pendidikan di Manggarai Timur, akan tetapi semua honor pengelola dan seragam serta alat baca tulis, fasilitas olahraga dan lain-lain dibiayai oleh dana desa. Dan, pembangunan desa dari segi infrastruktur.

Kepala Desa Compang Congkar Murid PAUD Reba Rana

Banyak program yang dibangun dengan mengalokasikan dana desa, pemerintah desa membutuhkan kerja sama dengan warga untuk menuntaskan tiap-tiap program yang belum tuntas untuk mencapai kesejahteraan masyarakat yang adil dan makmur.

Salam literasi!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *