Mengenal Egi Mburung, Musisi Pendatang Baru di Manggarai Timur

Bernyanyi dan terus menciptakan karya (Sumber foto: google)

 256 total views,  2 views today


Erik Jumpar|Redaksi

Jalan hidup setiap orang tak ada yang tahu. Prosesnya berjalan penuh misteri, membawa kita terbang menggapai mimpi, lalu memaksakan kita untuk terus melanjutkan hari demi hari. Barangkali kita hanya punya satu harapan untuk tetap berdiri, terus melangkahkan kaki sebelum kalah dan pulang. Hanya dengan begitu, alam semesta akan mengetahui kalau kita pernah mengukir jejak di bawah angkasa raya.

Hidup yang penuh misteri turut dialami oleh Egidius Steven, pria asal Lewe Desa Rana Masak Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Lelaki kelahiran 29 September 1987 dulunya bekerja serabutan. Kini ia menjadi penyanyi, dengan nama panggung Egi Mburung. Suatu impian yang telah tumbuh semenjak ia kecil.

Sebelumnya ia bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kota Ruteng, Manggarai. Tujuh tahun ia menjadi pengemudi excavator di PT. Floresco Aneka Indah. Pekerjaan itu membawa ia dalam pelbagai proyek infrastruktur di wilayah Manggarai Raya.

Di masa itu, pendapatannya lumayan menggiurkan, hanya ada titik yang membuatnya untuk angkat kaki. Ia pun memilih untuk meninggalkan pekerjaan yang telah menghidupkannya hampir satu dasawarsa.

“Saya keluar, lalu mencari pekerjaan lain,” jelasnya dalam percakapan lewat WhatsApp.

Dari sana ia memilih untuk menjadi pengemudi truk ekspedisi. Di balik stir ia bekerja selama sembilan bulan. Keterampilan mengemudi ia dapatkan dari pekerjaan yang ia geluti sebelumnya. Di pekerjaan baru ini, ia bertugas mengantar barang di daratan Pulau Flores.

Kebutuhan hidup terus bertambah, sementara pendapatan jalan di tempat. Dengan tujuan untuk mengubah nasib, Egi memilih untuk merantau ke pulau seberang. Tiga tahun ia bekerja di Tanah Grogot, Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur.

Selama di tanah Borneo itu ia bekerja sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit. Setiap hari ia ditugaskan perusahaan untuk merawat tanaman kelapa sawit, kemudian memanen buah kelapa sawit. Pekerjaan itu ia terus geluti dengan tetap merawat mimpi masa kecil, menjadi seorang penyanyi terkenal.

Di tahun 2018, saat bertepatan dengan perhelatan Pilkada Kabupaten Manggarai Timur, Egi memilih untuk pulang kampung. Ia pun pulang bukan sekadar nostalgia untuk melihat kampung halaman, namun untuk terlibat dalam politik praktis dengan mendukung salah satu kontestan yang bertarung.

“Saya menjadi salah satu musisi yang mendukung Paket ASET,” jelasnya.

Kepulangannya kali ini ke kampung halaman seperti titik baru di dalam kisah hidupnya. Ia pun mulai menekuni hobinya dalam bernyanyi. Pekerjaan itu ia terus asah seiring dengan pelbagai proses baik yang ia dapatkan di lingkungannya.

Namun, pada tahun 2020 kali lalu, ia didiagnosis mengalami gangguan jiwa. Seperti dilansir dari Kompas.com (9/4/2020), keluarga memilih untuk memasungnya di kala itu. Ia pun tak bisa melanjutkan mimpinya sebagai penyanyi.

Beruntung ada orang-orang baik yang berkenan membantunya. Relawan Kelompok Kasih Insanis (KKI) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur membawanya ke Panti Renceng Mose Ruteng. Di sana proses pemulihan berjalan dengan baik. Ia pun dikembalikan oleh pihak panti ke tengah keluarga.

Semenjak ia pulih, ia terus mengasah kemampuannya dalam bidang musik. Pelbagai kegiatan di bidang seni ia ikuti. Jasanya sebagai pemusik dibutuhkan dalam pelbagai kegiatan, misalnya di koor hari raya keagamaan, pesta sambut baru dan pesta nikah.

“Hasil dari bermusik lumayan mendukung dapur tetap mengepul,” jelasnya.

Egi terus melebarkan kemampuan bermusik. Selain bernyanyi, ia juga bisa bermain keyboard. Meski belum memiliki peralatan musik, ia terus memanfaatkan jaringannya dengan berbagai orang-orang baik agar bisa mendukungnya dalam mewujudkan mimpi.

Pada Bulan September 2021, ia resmi terjun ke Youtube. Nama channelnya Egi Mburung. Kini ia telah mendapatkan subscribe sebanyak 1,28 ribu. Lewat Youtube miliknya, ia meluncurkan lagu ciptaannya, juga lagu-lagu yang dinyanyikan ulang (cover).

“Dengan memiliki channel Youtube sendiri, saya ingin menjadi musisi pendatang baru yang semakin dikenal oleh publik Manggarai Raya,” jelas Egi yang mengidolakan Ivan Nestorman.

Sekarang Egi tengah menggarap lagu baru ciptaannya. Berbekal bantuan dari Onsa Joman, salah satu musisi senior tanah Nuca Lale, Egi tengah merampungkan singlenya. Judulnya Mose Cama Dengkir Mata. 

“Saya dibantu oleh Kaka Onsa Joman untuk meluncurkan lagu baru. Proses perekamannya dilakukan di studio miliknya,” jelasnya.

Egi terus merawat mimpi. Meski terbatas dengan keadaan yang serba kekurangan, Egi tak ingin mengakhiri harapannya untuk terus berkarya di bidang musik. Setiap hari ia terus berharap agar di suatu waktu ia memiliki peralatan musik sendiri.

“Semoga ada orang baik yang membelikan saya keyboard,” jelasnya lebih jauh.

Di bagian akhir percakapan, Egi berharap kiranya sesama musisi di Kabupaten Manggarai Timur untuk saling mendukung satu sama lain. Baginya, di bidang apa saja dalam berkarya amat dibutuhkan ekosistem yang saling mendukung sebagai sesama pegiat seni.

“Mari kita saling mendukung satu sama lain untuk berkarya lebih baik lagi,” tutupnya.

Sekadar informasi, di ulang tahun ketiga dari Tabeite kemarin, Egi hadir dan membawakan sebuah lagu ciptaannya, judulnya Mose Cama Dengkir Mata. Suaranya amat merdu. Kami terpesona dengan penampilannya di malam itu. Ia lihai dalam memainkan keyboard. Semoga Anda percaya. Kalaupun Anda tidak percaya, silakan cek di Youtube Egi Mburung. Dijamin Anda akan betah dan mensubscribe channel miliknya. Silakan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.