Pengalaman Mencari Keyword Wae Musur di Youtube

 690 total views,  1 views today


Apek Afres|Redaksi

Setelah lelah menunggu chat yang tidak kunjung-kunjung datang, saya iseng-iseng memasukan keyword Wae Musur di youtube, sungai yang cukup panjang dan besar di Manggarai Timur. Ternyata banyak video tentang Wae Musur yang cukup ganas ini, yang pernah merobohkan jembatan panjang, yang meluh-lantakkan puluhan hektar sawah saat musim hujan, yang menghanyutkan puluhan ekor Kerbau dan Sapi dan kejadian yang merugikan dan melemahkan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Kalau tidak percaya cari saja di youtube. Terlalu bertele-tele jika saya jelaskan tentang Wae Musur secara menyeluruh. Pokoknya letaknya di Manggarai Timur, Kecamatan Rana Mese. Titik.

Begitu banyak pengalaman menyenangkan di Wae Musur. Cari katak, udang, belut, dan jenis binatang air lainnya yang paling sedap ketika dijadikan santapan untuk menemani sebotol Sopi.

Untuk mengenang momen bahagia ini, saya  rela melawan ngantuk untuk menoleh sedikit ke masa lalu, saya buka youtube pukul tiga subuh. Saya nonton semua video tentang sungai besar ini. Saya scrol dari atas sampai bawah, dari bawah sampai atas dan menyenangkan memang. Menambah gairah, buuuurr.

Ada tiga video yang sempat membuat saya kaget, terharu, dan tidak menjatuhkan air mata. Videonya dari segmen satu sampai segmen tiga. Semua isinya tentang seorang Wartawan Metro TV yang menelusuri kampung Nangalanang, sebuah kampung yang sangat berdekatan dengan Wae Musur, bisa dikatakan lima langkah dari Wae Musur. Kok ada Wartawan Metro TV, yang rela datang jauh dari ibukota sana dan meliput berita di kampung terpencil macam Nangalanang. Ada apa coba? Menarik? Tidak sama sekali. Apa mungkin karena daerah wisata? Juga tidak mungkin

Ujung-ujungnya tetap saya salut dan angkat jempol untuk Metro TV. Ungkapan kebanggaan yang cocok untuk  Metro TV kali ini adalah “pelita” realitas. Kenapa sebagai “pelita” realitas?

Saya tidak hebat-hebat amat sih. Menyebut  media besar macam Metro TV sebagai “pelita” realitas. Gelar apa saya ini. Melewati semester satu kuliah saja kebanyakkan di kos. Saya juga bukan sebagai representasi dari masyarakat pada umumnya dan Nangalanang khususnya, saya hanya mau mengungkapkan isi hati nurani saya.

Ketika saya simak baik-baik ketiga video yang ditayangkan di youtube satu tahun lalu itu, saya pikir Metro TV sudah hadir sebagai “pelita” realitas; membongkar fakta buruk yang ada. Realitas buruk yang mengapiti situasi konkret masyarakat akhirnya diketahui publik, bahwa masih begitu banyak persoalan yang mesti diberes dan mesti dikupas tuntas secara masif dan sporadis. Saya berani omong besar kali ini, karena bukan problem biasa, ini menyangkut kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan harus jadi garda terdepan gaesss bukan omong kosong yang bunyinya lebih nyaring dari tong kosong. Gosong!!!

Angin spoi-spoi saat subuh terus menuntun saya untuk menyimak ketiga video yang berdurasi dari empat sampai delapan menit tersebut secara serius. Mewawancarai masayarakat biasa yang kehidupan hanya sebatas petani musiman, beberapa tokoh masyarakat yang cukup berperan penting di dusun Nangalanang juga diwawancarai, hingga mewawancarai  Bupati Manggarai Timur, Bapak Andreas Agas. Durasi video yang tidak panjang amat ini menggambarkan secara menyeluruh kondisi dan situasi konkret wilayah dan masyarakat setempat.

Akses transportasi yang tidak memadai, jalan rusak sana-sini, kekurangan air bersih, aliran listrik yang belum kesampaian, minimnya fasilitas di dunia pendidikan, dan beberapa kendala lainnya. Makanya kita semua mesti berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada Metro TV, yang bisa meliput keadaan yang menyiksa masyarakat ini. I lov u Metro TV, muaachh.

Apakah ada kemajuan yang berati sekarang ini? Saya juga tidak tahu persis kondisi terkininya, maklum saya belum balik kampung. Tapi, beberapa waktu lalu saya telfon dengan Ayah saya, bukan mama muda eee, katanya sudah ada kemajuan walaupun sedikit.

Aliran listrik sudah sampai walaupun hanya beberapa wilayah saja, sebagian wilayah dusun Nangalanang juga sudah beraspal, tinggal beberapa masalah lagi yang mesti diurus. Berarti ada respon baik dari pihak yang berwenang mengenai masalah yang menjerat masyarakat. Semoga untuk kedepannya terus peka seperti ini. Kami butuh kepekaan. Itu saja!! Peka!!

Teman-teman saya mendapat sial gara-gara terlalu serius menonton ketiga video tersebut, dua mata kuliah dilewati begitu saja. Bangun begini sudah pukul tiga sore. Mati anak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.