Tempat Pacaran Paling Keren Versi Orang Kampung Macam Saya

632 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini


Ada yang belum pernah pacaran? Atau ada yang punya pacar tapi masa pacaranannya tidak lebih dari 2 Kali 45 menit waktu normal pertandingan sepak bola? Tolong, tolong. Jumlah penduduk di negeri Via Vallen ini mencapai 264 juta jiwa. Dengan penduduk sebanyak ini, kalau belum punya pacar, tolong perbanyak baca doa.

Bagi yang punya pacar, terberkatilah Anda sebab kita satu geng. Tapi kalau punya pacar dan menjalin hubungan jarak jauh, kita satu gang tapi beda keturunan. Bukan apa-apa, pacaran jarak jauh itu, kita setia dalam penantian sementara doi di sana setia dalam pelukan orang lain. Kan kurang ajar?

Kalau punya pacar dekat apalagi satu RT, ajak ketemuannya gampang. Sudah gampang, murah meriah pula. Keuntungan lainnya, kita bisa mengawasi gerak-gerik pacar kita, kalau doi macam-macam, gampang ketahuan, dan segera minta putus. Toh penduduk negeri Via Vallen ini ada 264 juta. Putus satu sisa jutaan jiwa.

Nah karena kita satu geng. Berikut ini akan saya rekomendasikan tempat pacaran paling keren versi orang kampung macam saya . Kalau kita satu geng tapi tinggal di kota, cukup sampai di sini saja baca tulisan ini!! Percuma, Anda tidak akan paham maksud saya. Oke, kita mulai.

1. Pematang Sawah

Sebagai orang kampung, kita dikategorikan masyarakat agraris. Oleh sebab itu, keberadaan sawah pastinya dekat dengan rumah kita. Karena tidak ada bioskop, restoran, kafe yang identik dengan kehidupan orang kota itu, maka alangkah baiknya kita gunakan pematang sawah sebagai penggantinya.  

Saat malam tiba, ajak pacar kita ke sawah paling dekat dengan rumahnya. Jangan jauh-jauh, kalau kejauhan kita bisa kena denda adat karena dianggap membawa lari anak orang.

Sejuknya udara persawahan adalah suasana yang baik untuk memadu kekasih. Sambil meraba mesra rambut keritingnya, mulailah obrolan layaknya dua orang yang cintanya sedang memuncak.

Hadeh, pokonya di pematang sawah itu kita dijamin bisa melakukan apa saja, apalagi penerangannya hanya bermodal senter baterai 2. Lebih enak lagi kalau sawahnya kering karena tidak mendapat pasokan air. Di sawah itu kita bisa kejar-kejaran. Tapi kalau jatuh, resiko ditanggung BPJS sendiri.

2. Pohon Kopi

Aduh memang kopi ini paling pengertian sudah. Selain masalah rasa yang aduhai nikmatnya, lokasi dimana pohon kopi berjejer juga bisa dijadikan tempat bertemu pacar di kampung. Caranya, carilah pohon kopi yang tidak terlalu tinggi di dekat rumah pacar, kemudian persilahkan pacar untuk memanjat lebih dulu. Cari cabang pohon yang posisinya sama tinggi. Jika pacar di sisi kanan maka kita di sisi kiri, di pohon kopi yang sama biar lebih dekat dan komunikasi yang terjalin tidak mengalami banyak gangguan. Jangan sampai pacar berada di cabang paling tinggi dan kita di bawah, bukan apa-apa sih. Suatu ketika, saat cabang pohon kopi itu patah badan pacar bisa menimpa kita. Syukur kalau kita lebih besar, kalau kurus? Asiap masuk PUSKESMAS.

Kalau proses panjat-memanjat sudah selesai, saatnya membuka obrolan dengan kalimat aku nuk hau eme toe aku momang hau, buat diri seolah-olah kita Dilan versi anak kampung. Tapi jangan lupa, salah satu tangan tetap memegang ranting-ranting pohon untuk menjaga keseimbangan tubuh, sebab ketahuilah, Dilan itu jatuh motor, bukan jatuh pohon kopi.

Agar suasana pacaran lebih romantis, upayakan saat turun, Anda menggendong pacar Anda. Aisss Tuhan sebegitu mesranya pacaran di pohon kopi, sampai lupa kalau semut hitam sudah menembus celana dalam.

3. Selokan

Nah, selokan atau saluran irigasi adalah tempat paling keren kalau pacaran di kampung. Di selokan kita bisa menyaksikan air mengalir sampai jauh. Eh cukaraa ini iklan pipa wavin. Intinya pacaran di selokan itu membuat jantung berdetak lebih cepat dari biasanya, lebar selokan sangat muat untuk ukuran pantat orang desa, sehingga ketika pantat nyaman, tangan pun bisa dengan mudah untuk memeluk kekasih. Bila perlu, untuk membangun suasana yang lebih romantis sesekali kita membasahi muka pacar kita dengan percikan air.

Kalau pacar marah, coba kecup keningnya yang tadi telah dibasahi percikan air, kalau rasanya asin, berarti di hulu ada yang kencing di selokan.

4. Kuburan Umum

Sebagai pengganti film horor coba sesekali ajak pacar ke kuburan umum. Dan ingat! Jangan ajak jika Anda manusia tipe penakut. Carilah kubur yang dekat rumah warga, tetapi posisinya agak tersembunyi dari orang di rumah tersebut. Yah namanya pacaran, kalau di depan banyak orang namanya kampanye.

Mulai obrolan dengan kalimat bahwa kamu bukan pacar yang penakut, ditambahi bumbu-bumbu cerita horor, ini dijamin membuat pacar ketakutan dan langsung memeluk kita. Kalau pacar tidak memeluk tetapi marah, maka kubur yang kita duduk adalah kubur nenek moyangnya.

Ilustrasi : Anik Madu

Penulis : Popind Davianus |Tuagolo|

2 thoughts on “Tempat Pacaran Paling Keren Versi Orang Kampung Macam Saya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *