Tentang Kami


Tabeite merupakan portal yang dikelola anak muda Nusa Tenggara Timur. Tabeite hadir sebagai bentuk kepedulian yang dituangkan melalui narasi yang sifatnya santai, tidak berbelit-belit, kelakar, kadang tidak penting. Yang mungkin saja Tuhan mengirim kami untuk meningkatkan minat baca anak-anak muda Nusa Tenggara Timur. Ingat, ini masih kemungkinan. Bukan klaim.

 Rubrik:

  1. Jomel: berisi tulisan-tulisan santai terkait kekonyolan yang pernah dilakukan manusia laknat di mana pun berada, tetapi latar tempat yang diambil lebih fokus ke Nusa Tenggara Timur, tanah kebanggaan kami.
  2. Lako-lako: rubrik khusus perjalanan wisata Nusa Tenggara Timur, boleh juga tempat lain sih, kan semua bisa dibicarakan baik-baik.
  3. Mulok: berisi tentang kebudayaan khususnya kebudayaan Nusa Tenggara Timur
  4. Atadite: menceritakan orang-orang Nusa Tenggara Timur yang menginspirasi para pembaca.
  5. Mu’uluju: berisi opini terkait masalah sosial di Nusa Tenggara Timur.
  6. Lejong: wadah yang disediakan bagi siapa saja yang mau bertamu ke tabeite dengan mengirim tulisan sesuai kebutuhan redaksi dan tanpa komisi, hehehehe. Maaf kaka. 

Susunan Redaksi:

 

Erik Jumpar sebagai Tuagolo. Lahir di Lalang, Manggarai Timur, 17 Juli 1993. Pernah mengalami patah hati terberat ditinggal pergi tanpa permisi dan selalu merasa tampan di usia yang merangkak jauh. Sekarang masih jomlo, tidak tahu besok.

Im Kartini sebagai Tua Panga alias redaktur rubrik Atadite. Lahir di Lewe, Poco Ranaka, Manggarai Timur, 10 Juni 1994. Cita-cita menjadi petinju perempuan pertama bagi calon suami yang kurang ajar. Pendidikan terakhir S1 di Universitas Katolik St. Paulus Ruteng.

Frumens Arwan. Lahir di Lewe, 2 November. Pecinta gunung dan pembenci hal berbau korea. Fiolosofi hidup saya mengikuti apa kata Pram, “Adil sejak dalam pikiran”.

Popind Davianus sebagai redaktur Atadite. Lahir di sebuah kampung sepi penduduk, Wangkar, Desa Rana Mese, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Pada, 02 September 1997. Pendidikan terakhir tidak penting, asal mampu membedakan mana baik dan mana buruk.

Nando Sengkang. Lahir berkat anugerah kasih Nene Yesus, pada 17 Juli 1998, di kampung “No Google Map” dan BEBAS KORUPSI, Munde-Waerana, Manggarai Timur. Hobi membaca Filsafat, merenung, lalu tertidur.

Teofilus Afress sebagai redaktur rubrik Atadite. Lahir di Goloborong, Desa Satar Lahing, kecamatan Rana Mese, 7 Januari 2000. Hidup menjomlo sejak Piala Dunia Jepang tahun 2002 hingga sekarang. Pria pecinta kopi. Kadang suka teh, bilamana persediaan kopi habis.

Itok Aman sebagai redaktur. Kelahiran Rana Mbeling, 23 Maret 1994, hobi menata rambut setelah ditinggal nikah oleh cinta pertama. Pemuda setengah matang ini memiliki karya yang telah dibukukan; Viabel Nostrum (2018), Candramawa & Arunika (2019). Sebab baginya; lebih baik berpindah kertas menggores tinta daripada berpindah hati menggores luka. Sekarang berdomisili di Jakarta dan aktif sebagai komedian di Komunitas Stand Up Comedy Indo Jakarta Utara.

Bruno Rey Pantola, lahir di Lospalos, Timor Leste, 23 Maret pada tahun yang tidak ingin disebutkan. Saat ini merasa dirinya istimewa karena sedang menempuh pendidikan di kota istimewa, Jogja. Hobi menulis puisi dan makan-makanan bergizi. Editor Tabeite yang kece.

Yuni Narmi lahir di Mombok, Kecamatan Elar pada waktu yang tidak mau disebut. Suka menulis tentang pacaran. Alsannya sederhana. Menulis tentang pacaran jauh lebih objektif jika ditulis oleh seseorang yang tidak pernah berpacaran, seperti Yuni misalnya.

Mita Barung, lahir di salah satu kampung terindah di kecamatan Kota Komba-Manggarai Timur: Dalo, Mukun. Kesibukannya sekarang hanyalah merenungi nasib yang masih terombang-ambing di lautan ketidakjelasan. Entah kehidupan cinta atau kehidupan karir.

Kontribusi

Kalau mau bertamu, silahkan saja. Ada ucapan terima kasih yang bisa kami nyanyikan sebagai balasan. Caranya kirim naskah ke tabeitedotcom@gmail.com

Tulisan apa saja, terserah. Syarat mutlaknya adalah gunakan bahasa yang santai dan lugas yang semua orang paham. Entah itu petani kopi, nelayan, buruh kasar, guru, kepala desa, bupati, singkatnya seluruh umat manusia. Lalu jumlah kata minimal 500, boleh kurang sedikit asal tidak kurang-kurang amatlah, yah.

Sekian dari kami. Sila dipikirkan lagi, mau kirim naskah atau tidak nih e?