Redaksi


Tabeite merupakan portal yang dikelola anak muda Nusa Tenggara Timur. Tabeite hadir sebagai bentuk kepedulian yang dituangkan melalui narasi yang sifatnya santai, tidak berbelit-belit, kelakar, kadang tidak penting. Yang mungkin saja Tuhan mengirim kami untuk meningkatkan minat baca anak-anak muda Nusa Tenggara Timur. Ingat, ini masih kemungkinan. Bukan klaim.

 Rubrik ;

  1. Jomel, berisi tulisan-tulisan santai terkait kekonyolan yang pernah dilakukan manusia laknat di mana pun berada, tetapi latar tempat yang diambil lebih fokus ke Nusa Tenggara Timur, tanah kebanggaan kami.
  2. Lako-lako, rubrik khusus perjalanan wisata Nusa Tenggara Timur, boleh juga tempat lain sih, kan semua bisa dibicarakan baik-baik.
  3. Mulok berisi tentang kebudayaan khususnya kebudayaan Nusa Tenggara Timur
  4. Atadite, menceritakan orang-orang Nusa Tenggara Timur yang menginspirasi.
  5. Mu’uluju berisi opini terkait masalah sosial di Nusa Tenggara Timur.
  6. Lejong wadah yang disediakan bagi siapa saja yang mau bertamu ke tabeite dengan mengirim tulisan sesuai kebutuhan redaksi dan tanpa komisi, hehehehe. Maaf kaka. 

Susunan Redaksi;

Popind Davianus sebagai Tuagolo alias PIMRED (Pemimpin Redaksi) merangkap redaktur rubrik Jomel. Lahir di sebuah kampung sepi penduduk, Wangkar, Desa Rana Mese, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Pada, 02 September 1997. Pendidikan terakhir tidak penting, asal mampu membedakan mana baik dan mana buruk.

Im Kartini sebagai Tua Panga alias redaktur rubrik Atadite. Lahir di Lewe, Poco Ranaka, Manggarai Timur, 10 Juni 1994. Cita-cita menjadi petinju perempuan pertama bagi calon suami yang kurang ajar. Pendidikan terakhir S1 di Universitas Katolik St. Paulus Ruteng.

Krisan Roman sebagai Tuapanga rubrik Lejong. Krisan numpang lahir di kota Ruteng, 20 September 1998, lalu tumbuh dan besar di pedalaman Lengko Elar sebagai pengendali Sembur Rasung ulayat Wuntun.

Ost Junas sebagai Tuapanga rubrik Mulok. Laki-laki penyuka anggrek. Lahir dari keluarga yang gagal terapkan program KB di salah satu desa kecil nan sunyi di kecamatan Lamba Leda. Pada, 17 Agustus 1997. Merdeka!

Anno Susabun sebagai Tuapanga rubrik Mu’uluju. Lahir di Pelus, Poco Ranaka, Manggarai Timur, 24 Oktober 1997. Pendidikan terakhir SMA.

Erik Jumpar sebagai Tuapanga rubrik Lakolako. Lahir di Lalang, Manggarai Timur, 17 Juli 1993. Pernah mengalami patah hati terberat ditinggal pergi tanpa permisi dan selalu merasa tampan di usia yang merangkak jauh. Sekarang masih jomlo, tidak tahu besok.

Nando Sengkang. Lahir berkat anugerah kasih Nene Yesus, pada 17 Juli 1998, di kampung “No Google Map” dan BEBAS korupsi, Munde-Waerana. Hobi membaca, merenung, lalu tertidur.

Teofilus Afress sebagai redaktur rubrik Atadite. Lahir di Goloborong, Desa Satar Lahing, kecamatan Rana Mese, 7 Januari 2000. Hidup menjomlo sejak Piala Dunia Jepang tahun 2002 hingga sekarang. Pria pecinta kopi. Kadang suka teh, bilamana persediaan kopi habis.

Itok Aman sebagai Editor. Kelahiran Rana Mbeling, 23 Maret 1994, hobi menata rambut setelah ditinggal nikah oleh cinta pertama. Pemuda setengah matang ini memiliki karya yang telah dibukukan; Viabel Nostrum (2018), Candramawa & Arunika (2019). Sebab baginya; lebih baik berpindah kertas menggores tinta daripada berpindah hati menggores luka. Sekarang berdomisili di Jakarta dan aktif di Komunitas Stand Up Comedy Indo Jakarta Utara.

Bruno Rey Pantola lahir di Lospalos, Timor Leste, 23 Maret pada tahun yang tidak ingin disebutkan. Saat ini merasa dirinya istimewa karena sedang menempuh pendidikan di kota istimewa, Jogja. Hobi menulis puisi dan makan-makanan bergizi.

Kalau mau bertamu, silahkan saja. Ada sejuta cangkir terima kasih yang bisa kami berikan. Caranya kirim naskah ke tabetedotcom@gmail.com

Tulis apa saja, tereserah. Syarat mutlaknya adalah gunakan bahasa yang santai dan lugas yang semua orang paham, Entah itu petani kopi, nelayan, buruh kasar, guru, kepala desa, bupati, singkatnya seluruh umat manusia. Lalu jumlah kata minimal 500, boleh kurang sedikit asal tidak kurang-kurang amatlah yah.

Sekian dari kami. Sila dipikirkan lagi, mau kirim naskah ngga ya? uhuk uhuk