Tim Congkar yang Tampil Beda di Turnamen Sepak Bola Manggarai Surabaya

682 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini


Edisi Redaksi|Penulis: Popind Davianus|

Saya tidak seberapa senang dengan  jenis olahraga beregu seperti sepak bola atau football atau yang biasa orang Amerika sebut, soccer. Bukan apa sih, menghafal jumlah pemain yang begitu banyak membikin puyeng kepala. Sedang kalau olaharaga perorangan, menghafal dan mengingat siapa olahragawannya mudah saja, semisal, Taufik Hidayat di Olahraga Bulutangkis, Cris Jhon di Olahraga tinju dan lainnya lagi.

Tetapi cukara’anya, sepak bola adalah olahraga yang paling banyak digemari oleh makhluk hidup bernama manusia di jagad raya ini. Sebagai bagian dari makhluk hidup bernama manusia itu, mau tidak mau, suka tidak suka, saya harus menyukai juga olahraga sepak bola itu. Selain ikut-ikutan, juga supaya terlihat keren.

Walau saya tidak menghafal seluruh pemain bola di liga-liga top dunia, tetapi menghafal seluruh pemain sepak bola dari tim Barcelona, bagi saya sudah lebih dari cukup. Mulai dari Ter Stegen, Piqui, Lenglet, Arthur, Rakitic, Sergio Roberto, Busquets, Vidal, De Jong, Suares, Griezmann dan kaka sepupu saya Messi.

Tidak sebatas menghafal nama-nama pemain saja sih sebenarnya, saya juga suka bermain bola. Entah kesukaan bermain bola ini bakat turunan dari kakek saya, saya tidak tahu. Yang saya tahu, saya bisa bermain bola dan pernah membuat penonton menggeleng-gelengkan kepala mereka karena saya menggiring bola dengan baik dan berhasil mencetak gol, padahal saya berbuat seperti itu hanya karena sebuah kebetulan. Wkwkwkwkw

Nah, kebetulan yang lainnya lagi, di Surabaya sedang diadakan turnamen sepak bola oleh Ikatan Keluarga Besar Manggarai Surabaya yang kalau lebih gampang disebut, IKEMAS. Turnamen ini menjadi turnamen terbesar bagi masyarakat Manggarai di Surabaya. Yang kalau tidak ikut turnamen ini, gak asyik buanget sih loe.

Regulasi yang dikeluarkan oleh panitia dalam turnamen ini adalah, setiap tim wajib berasal dari Kilo Koe atau keluarga kecil. Keluarga kecil ini bisa berdasarkan kecamatan, kedaluan, desa atau komunitas lainnya.  Dan saya bersama teman-teman saya berinisiatif membentuk sebuah tim bernama Congkar. Tim dari Kedaluan Congkar, di Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur.

Uniknya begini, kami dari tim Congkar diisi oleh pemain yang semuanya mahasiswa, termasuk saya, walau semesternya sudah lebih dari jumlah jari tangan, kan saya masih boleh disebut mahasiswa toh?  

Dibanding tim yang lain, komposisi pemainnya gabungan dari mahasiswa dan orang-orang tua yang sudah bekerja. Tim-tim lain, secara kekuatan finansial, sangat lebih dari cukup untuk membeli kostum bola, membeli air, membayar uang lotre atau singkatnya punya modal untuk memfasilitasi pemain-pemainnya. Kehadiran pemain yang sudah bekerja memberi sokongan modal yang banyak bagi tim.

Sedangkan tim Congkar? Tim ini betul-betul hadir dengan segala kekurangannya, mengikuti turnamen besar seperti IKEMAS CUP di Surabaya, sama beratnya dengan mengerjakan skripsi yang direvisi Pak Dosen berkali-kali. Boro-boro urunan uang lotre, uang makan dan uang kos saja kami masih ngutang. Ditambah dengan jumlah suporter yang tidak lebih banyak dari pemeran iklan PERINDO di tivi-tivi itu, menyedihkan sekali. Tetapi dengan segala niat baik, ternyata kami bisa mengumpulkan uang sebanyak yang ditentukan panitia untuk lotre.

Di sini, saya sampai pada sebuah kesimpulan, ternyata sepak bola tidak sekadar mengahafal nama pemain dan tawuran.  Ada yang paling mendasar dari sepak bola sebagai jenis olahraga beregu, yakni, sepak bola adalah soal kerja sama setiap anggota tim, sepak bola adalah soal disiplin, sepak bola adalah persaudaraan dan bagian pentingnya lagi adalah menjunjung sportivitas.

 Tim Congkar diisi mahasiswa, tim ini belajar banyak hal dari lapangan, termasuk menganggap lawan sebagai kawan. Tim ini tidak berniat menciderai lawan, apalagi tawuran. Tim Congkar adalah tim anak muda Manggarai Timur yang sedang belajar banyak hal, termasuk belajar bermain bola yang baik dari tim lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *