Wisata Manggarai Timur Tidak Kalah Menarik dari Labuan Bajo dan Wae Rebo

1,051 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini


Tempat wisata Manggarai tidak hanya Labuan Bajo dan Wae Rebo saja.  Sebagai kepingan surga yang jatuh ke bumi,  Labuan Bajo dan Wae Rebo hanya etalase dari sekian banyak spot wisata tersembunyi di Manggarai.  Orang Manggarai Timur mengikhlaskan Labuan Bajo di Manggarai Barat dan Wae Rebo di Manggarai Tengah, terkenal lebih dulu. Saking terkenalnya, dua wisata ini sampai meramaikan stasiun tv internasional dan mendapat berbagai penghargaan dunia. Namun bukan berarti Manggarai Timur adalah bagian paling jelek dari kepingan surga yang jatuh ke bumi tadi. Manggarai Timur berkelimpahan tempat wisata. Mulai dari tempat bermesraan dengan pacar, wisata sejarah, sampai budaya. Hanya saja pemerintah daerah setempat belum sepenuhnya sadar akan pentingnya pengelolaan tempat wisata. Atau barangkali dikarenakan usia daerah Manggarai Timur masih belia, belum cukup waktu bagi pemerintah untuk membenahinya.

Berikut beberapa tempat wisata di Manggarai Timur yang telah dirangkum tabeite.com .

1. Golo Lantar

Bagi yang sedang Di ujung rindu dan ingin menuntaskannya dengan temu, sangat disarankan untuk ke Golo Lantar. Golo lantar adalah sebuah bukit yang indah. Letaknya tepat di perbatasan desa Golo Ngawan dan Golo Pari, Kecamatan Sambi Rampas. Awalnya Golo Lantar hanyalah bukit yang dipenuhi alang-alang. Tahun 2015 silam, seorang pastor dari paroki Lengko Ajang, pater Gusti Fasak menyulapnya menjadi tempat wisata. Di atas bukit dibangun gua Maria, di samping gua terdapat tenda kecil yang didesain berbentuk hati. Jika sedang malas berdoa kepada bunda Maria, pengunjung bisa sekadar bersantai di tenda tersebut.

Dari atas bukit, kita dimanjakan dengan pemandangan yang eksotis. Di sisi utara terdapat persawahan masyarakat Lengko Ajang yang dikelilingi sungai Wae Rempang dan Wae Cedeng. Adakalanya, muncul penampakan asap yang mengepul dari dalam gubuk para petani. Saat angin bertiup lebih kencang asap tersebut berputar mengintari bukit Golo Lantar. Sekadar melihat asap saja, ada porsi bahagianya sendiri.

Di sisi selatan terdapat kapela dan masjid yang berdampingan. Kedua tempat ibadah ini hanya dibatasi lapangan sepak bola. Dari atas bukit, candi kapela dan kubah masjid terlihat seperti membisikkan arti penting toleransi.

Di sisi Timur terdapat banyak perkampungan yang membentang sepanjang bukit. Bukit yang membentang itu diakhiri sebuah compang, orang menyebutnya compang Pembe. Pohon beringin yang beridiri kokoh di tengah compang, samar-samar terlihat dari kejauhan, daunnya yang rimbun berbentuk bulat, seperti memberi banyak keteduhan.

Sementara di sisi Barat terdapat hamparan kopi masyarakat Golo Ngawan. Saat musim panen tiba kita bisa menyaksikan langsung tangan petani petik kopi. Golo Lantar bisa ditempuh sekitar 2 jam dari kota Ruteng, atau sekitar 3 jam dari Borong. Disarankan menggunakan sepeda motor agar bisa berzig-zag di jalan yang dipenuhi lubang.

2. Gereja Tua Lengko Ajang

Masih Di kawasan Sambi Rampas. Bagi anda yang menyukai wisata religi dan sejarah, silakan mampir di gereja St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, yang hampir berusia 100 tahun. Gereja ini dibangun pada tahun 1927-1931 oleh misionaris Wihelmus Jansen SVD. Konon katanya, gereja ini menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Manggarai Timur. Gereja yang kini dindingnya telah lapuk dimakan waktu, menyerupai bangunan di kawasan Eropa. Atapnya berbentuk runcing, sedangkan bubungnya menyerupai sarang laba-laba. Walau sudah tidak digunakan untuk kegiatan ibadah, namun gereja tua Lengko Ajang tetap keren untuk dijadikan background foto. 

3. Satar Cewe

Sumber Foto (Tagar News)

Satar Cewe merupakan spot foto yang sedang booming Di kalangan masyarakat Sambi Rampas. Satar Cewe terletak di jalan Watunggong menuju Pota, kota kecamatan Sambi Rampas. Dalam bahasa setempat, “Satar” berarti padang, sedangkan “Cewe’ berarti kuali. Sesuai namanya, saat musim kemarau tiba, suhu di Satar Cewe meningkat drastis.  Rumput yang tumbuh sepanjang mata memandang akan meranggas kering menguning. Namun sebaliknya, saat musim hujan, Satar Cewe akan terlihat hijau dan segar menyejukan mata.Jika bergegas dari Watunggong menuju Pota, sampai di penghujung Satar Cewe kita akan disapa bibir pantai Nanga Baras yang lautnya menghasilkan banyak ikan dan garam.

4. Hamparan Kopi Colol

Sumber Foto Kompas,com

Sebagai pecinta kopi sudah sepatutnya anda menyaksikan langsung tangan petani petik kopi. Pergilah ke Desa Colol, desa yang dikelilingi ribuan bahkan jutaan pohon kopi. Kopi Colol merupakan kopi yang telah mendunia, bahkan beberapa orang tua di Colol berani mengklaim bahwa, kopi colol merupakan cikal bakal dari tanaman kopi yang tersebar di Flores. Jika sekedar mencicipi kopi tanpa menguji adrenalin menyusuri lembah Colol, status anda sebagai pecinta kopi patut dipertanyakan kembali. Di Colol, ada banyak hal yang bisa memanjakan mata. Selain jutaan pohon kopi dan tangan petani yang sedang memetiknya, anda pun bisa menyaksikan air terjun Cunca Wek yang jatuh tepat di dekat perkebunan kopi warga. Selebihnya silahkan menikmati kopi pai’t yang tentunya menjadi jamuan khas mayarakat Manggarai Timur.

Penulis : Popind Davianus |Tu’a Golo|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *