Kita Orang Manggarai Timur yang Baik

746 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini


Akhir-akhir ini media lokal kita sering memberitakan tindakan bunuh diri dan infrastruktur jelek di Manggarai Timur.

Media memframing, Manggarai Timur seolah-olah kekurangan banyak hal termasuk krisis orang baik di dalamnya. Tetapi tetap kita menghargai media sebagai wadah untuk mendapatkan informasi. Tanpa media lokal tersebut, mungkin kita akan ketinggalan banyak hal, termasuk informasi tentang siapa yang bunuh diri bulan lalu dan dari mana mereka berasal.

Terlepas dari beberapa hal yang kurang akurat dalam penyajian berita oleh media, kita juga harus tetap menghargai, sebab begitulah kerja media daring di semua negara yang lebih mengutamakan kecepatan ketimbang ketepatan.

Lalu bagaimana kita menghadapi ini? Tenang, orang Manggarai Timur itu baik-baik. Bagaimanapun media menyudutkan Manggarai Timur, orang Manggarai Timur tetap bangga menjadi orang Manggarai Timur. Tidak ada tuh warga Wae Mokel yang mau pindah penduduk ke Ngada, atau orang Mano yang mau pindah ke Manggarai. Kita baik, kok.

Ketika akhir-akhir ini tindakan bunuh diri terjadi setiap bulan di Manggarai Timur, dengan cepat wartawan menulis berita. Proses peliputannya ada yang dari tempat tidur saja, informasi dari narasumber atau saksi, diperoleh via Whatsapp. Kemudian berita yang selesai ditulis dipublish. Secepat itu menyebarkan informasi di era digital saat ini.

Salahnya dimana? Tidak ada yang salah. Tetapi pemberitaan ini tidak diimbangi dengan informasi lain yang bisa dibanggakan dari Manggarai Timur. Apa di Manggarai Timur hanya ada tindakan bunuh diri dan infrastruktur jelek? Tidak juga.

Saat media nasional seperti Kompas menjelajahi Manggarai Timur, yang wartawannya lakukan adalah mengeksplorasi kekayaan alam, budaya, dan toleransi yang buntutnya bisa saja menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke Manggarai Timur.

Kenapa media lokal kita tidak genjot melakukan hal serupa? Tapi sudahlah, media punya ketentuan redaksi masing-masing. Punya cara sendiri-sendiri menentukan newsvalue setiap berita. Yang paling penting adalah kita tetap menjadi orang Manggarai Timur yang baik. Satu, dua, tiga orang yang bunuh diri tidak cukup dijadikan sampel bahwa orang Manggarai Timur adalah manusia yang cepat putus asa.

Masih ingat bulan lalu? Kota Komba Junior menjadi satu-satunya tim dari Manggarai yang mengikuti turnamen Aqua Danone Nation Cup. Dan hebatnya, Kota Komba Junior terpilih menjadi tim fairplay. Mereka dari mana? Yah Manggarai Timur. Berapa banyak media lokal yang memberitakan hal ini? Sedikit sekali.

Belum tentang turnamen antar mahasiswa di Jawa. Sebut saja di Malang, yang keluar sebagai juara Kota Komba juga. Mereka dari mana? Ya Manggarai Timur. Kota Komba, kalau saya tidak berlebihan paling cocok disebut Brazilnya Manggarai. Bibit pemain bolanya tidak pernah habis. Apa ada media yang melihat ini sebagai sesuatu yang positif? Yang punya newsvalue jika dibuat liputan khusus oleh wartawan? Yang jika dijadikan berita bisa membangkitkan motivasi anak-anak Manggarai Timur? Tidak ada. Hal ini dianggap tidak lebih seksi dari pemberitaan bunuh diri dan infrastruktur jelek.

Tapi orang Manggarai Timur itu baik, kita tidak mau menyombongkan diri. Seperti apapun media memframing keadaan Manggarai Timur, orang Manggarai Timur tetaplah orang Manggarai Timur yang baik. Yang hasil kopinya tetap berlimpah, yang umat agamanya saling menjaga perdamaian. Tapi tetap rendah hati.

Jangan sering juga menilai infrastruktur di Manggarai Timur paling ketinggalan. Setidaknya semenjak Manggarai Timur berpisah dari Manggarai dan menjadi wilayah pemerintahan sendiri, banyak kampung-kampung yang sudah bisa dimasuki mobil, artinya perlahan-lahan hal ini pasti bisa diatasi. Kalau media hanya melihat yang jelek-jeleknya saja, ya tidak apa-apa. Orang Manggarai Timur dan Pemerintah Daerah yang telah berjuang sekuat tenaga Membangun Manggarai Timur, baik kok.

Dan terakhir, yang menempati peringkat pertama Ujian Nasional tingkat SMA di NTT tahun 2019 adalah Seminari Pius XII Kisol. Tahu kan lembaga pendidikan ini letaknya dimana? Yah di Manggarai Timur. Orang Manggarai Timur itu baik dan tidak sombong.

Penulis : Popind Davianus|Tuagolo|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *