Mengenang Panggilan Kesayangan Mantan Pacar

Sumber Foto: KapanLagi.com

447 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini


Jujur saja, saya  membuat tulisan ini dengan berat hati. Keberatan yang timbul dari dalam lubuk hati saya ini terjadi karena saat menulis harus sambil mengenang mantan pacar. Berat Kaka! Berat sekali.

Eh untuk selanjutnya (dalam tulisan ini) saya akan mengganti kata mantan menjadi bekas pacar. Kenapa saya sebut bekas pacar? Bukan mantan seperti kebiasaan kebanyakan orang. Karena saya bahagia saja sebut dia BEKAS PACAR. Ya, bekas pacar, bekas pacar saya. Anggap saja bekas pacar itu sebagai panggilan kesayangan untuk yang pernah mengisi hati ini, untuk dia yang pernah membuat saya tergila-gila. Ehem, ehem, ehem.

Berbicara tentang bekas pacar ini membuat saya sedikit bernostalgia tentang pangilan kesayangan bekas pacar saya dulu. Bukan Cuma kalian yang punya panggilan kesayangan e, saya juga. Jadi, kali ini kalian mau kan bersama saya kembali mengenang panggilan kesayangan bekas pacar? Mau dong. Jelas mau. Yang tidak mau berarti belum move on. Hahaha.

Supaya adil saya hanya akan membahas panggilan kesayangan bekas pacar saya. Kalau panggilan bekas pacar kita sama, mari kita sama-sama merasakan sesaknya flash back, mengenang kisah lama yang pasti menjadi manis jika dikenang lagi. Itu tah!

Nah, agar tidak terlalu lama mengenang bekas pacar, langsung saja saya ulas panggilan kesayangan bekas pacar. Cekidot.

Pertama, Dongki .

Dongki artinya hidung mancung, namun mancung ke dalam. Hehe. Eh ada-ada saja e, yang namanya mancung pasti hidungnya menonjol ke luar, kalau ke dalam ya pesek. Pesek, iya pesek.  Dongki artinya hidung pesek.“Selamat malam dongki”, Dulu bekas pacar saya sering mengirm pesan begini, perhatian to? Aduh sayang e, dia sudah jadi bekas pacar. Hehe

Kedua, Rimpet.

Rimpet jadi artinya sama dengan dongki, yakni pesek. Yang hidung pesek dan sedang membaca tulisan ini sekarang, sa cuma mo bilang “kita senasib” Panggilan rimpet ini menjadi lebih istimewa saat diubah menjadi impet.

“Sudah makan kah Impet?” , “Aku padamu, Impet.”. “Impet…” Hacih !

Ketiga, Rigit.

Rigit ini berkaitan dengan rambut gais.. Jika kalian pemilik rambut lurus, lembut, sisir jari, aduhai… nah, rigit itu kebalikannya. Jangankan berharap rambut sisir jari, pake sisir rambut pun kadang sisirnya yang harus mengalah. Cerdasnya bekas pacar saya tu begini, bukan rigit yang dipakainya untuk memanggil saya namun agak dibikin enak didengar, yaitu igit. Aih.. Igit..percaya tidak percaya sa meleleh waktu itu.. hahaha.

Setelah dipikirkan berulang kali dan diperhatikan dengan baik, panggilan kesayangan di atas semuanya mengarah ke penilaian fisik. Dongki dan rimpet yang artinya hidung flat alias hidung pesek. Igit/rigit (rambut keriting). Aiss.. hampir semuanya negatif, dan memang saya masuk ke dalam ciri-ciri tersebut. Namun karena yang memanggil demikian adalah naca momang, justru panggilan-panggilan seperti itu yang membuat saya melayang tinggi.

Timbul pertanyaan dari diri saya, kenapa kekurangan saya yang sungguh eksotis  mesti dijadikan panggilan. Disebut panggilan kesayangan pula. Aeh, itu karena pacar saya yang panggil, coba kalau orang lain pasti langsung tersinggung to? Langsung merasa dibuli, merasa direndahakan, merasa diinjak-injak, merasa seperti ditikam pisau belati. Galau, buat status di fesbuk, walau hanya bermodalkan modgrat alias mode gratis.

Istilah keren Body shaming yang saya kutip langsung dari penjelasan mbah gugel adalah istilah yang merujuk pada kegiatan mengkritik dan mengomentari secara negatif fisik atau tubuh diri sendiri maupun orang lain. Dan parahnya lagi, secara tidak sadar kita sering melakkukan body shaming yang bersembunyi di balik candaan dan ejekan. Dalam hal ini body shaming yang dilakukan bekas pacar saya bersembunyi di balik getar – getar asamara. Saya tahu bekas pacar saya tidak ada niat sama sekali untuk melakukan body shaming. Kan judulnya panggilan kesayangan, bagaimana mungkin dia bisa seberengsek itu.

Jadi begini, sesuatu yang diucapkan orang lain itu akan menjadi sesuatu yang negatif jika kita berpikir negatif. Tentunya akan menjadi positif jika kita berpikir itu positif. Saat orang mengejek memanggil kita dengan bawa – bawa fisik anggap saja itu panggilan kesayangan sebagai ungkapan kekaguman dia kepada kita. Layaknya mantan kekasih yang pernah di hati, panggilan kesayangan yang menyinggung fisik juga pasti adalah ungkapan rasa cintanya. Walaupun kandas, setidaknya pernah berlayar. walaupun menghilang setidaknya pernah punya panggilan kesayangan.

Sekian bekas mantan pacar! Salam rindu.

Penulis: Im Katini|Tua Panga|

1 thought on “Mengenang Panggilan Kesayangan Mantan Pacar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *